AMSI Sulteng dan PT Donggi-Senoro LNG Gelar Pelatihan Jurnalis Peduli Lingkungan di Palu

oleh
Penulis: Amar  |  Editor: Redaksi

OBORMOTINDOK.CO.ID. Palu– Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) menggelar Pelatihan Jurnalis Menulis untuk Menyelamatkan Alam. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Santika Palu pada Kamis–Jumat, 8–9 Januari 2026.

Pelatihan tersebut diikuti oleh jurnalis dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Banggai, Parigi Moutong, dan Sigi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis dalam menulis isu-isu lingkungan secara mendalam, berimbang, dan berperspektif keberlanjutan.

Ketua AMSI Sulawesi Tengah, Mohammad Ikbal, menjelaskan bahwa pelatihan ini sebenarnya bukan program baru. Gagasan kegiatan tersebut telah dibahas sejak awal tahun sebelumnya bersama pihak PT Donggi-Senoro LNG, namun baru dapat terealisasi pada tahun ini karena berbagai kesibukan.

“Program ini sudah lama kami rencanakan bersama Mas Rahmat dari DSLNG. Alhamdulillah baru bisa terlaksana sekarang. Kami mengucapkan terima kasih kepada DSLNG yang telah mendukung penuh kegiatan ini,” ujar Ikbal.

BACA JUGA:  Bupati Delis: Guru adalah Pengabdi, Bukan Sekadar Profesi

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukan untuk menyenangkan perusahaan, melainkan bentuk apresiasi AMSI terhadap korporasi yang konsisten mendukung peningkatan kapasitas jurnalis di Sulawesi Tengah.

“Kami menilai DSLNG sebagai salah satu perusahaan yang konsisten membangun kapasitas jurnalis. Ini patut diapresiasi,” tambahnya.

Menurut Ikbal, pelatihan ini berangkat dari realitas bahwa kondisi lingkungan sering kali kontradiktif dengan kondisi sosial masyarakat, serta tidak selalu sejalan dengan narasi investasi yang terus digaungkan. Oleh karena itu, media memiliki peran penting sebagai pilar terakhir dalam menjaga keseimbangan tersebut.

“Kami ingin jurnalis tidak hanya bekerja di permukaan, tetapi juga turun langsung melihat kondisi lapangan. Pelatihan ini bukan sekadar teknis, melainkan membangun ideologi dan perspektif bersama dalam menulis isu lingkungan secara menarik dan bertanggung jawab,” jelasnya.

BACA JUGA:  Mediasi Panas Koperasi SMS: Anggota Mengaku Dizalimi, Ketua Koperasi Membantah

Ia juga menyoroti masih adanya anggapan bahwa isu lingkungan kurang menarik untuk ditulis. Padahal, menurutnya, jurnalisme lingkungan sangat penting untuk merawat ingatan kolektif dan menjaga idealisme redaksi.

Sementara itu, Corporate Communication Manager PT Donggi-Senoro LNG, Andhika Paramanandana, menyampaikan salam dari manajemen senior DSLNG yang berhalangan hadir karena tugas operasional di lokasi perusahaan.

Andhika menuturkan bahwa penulisan isu lingkungan tidak harus selalu berfokus pada dampak negatif semata. Upaya pelestarian, pengendalian, serta perlindungan keanekaragaman hayati yang dilakukan perusahaan juga layak menjadi perhatian media.

“Di DSLNG, kami mengelola limbah kami sendiri, termasuk limbah black water, yang kemudian diolah kembali hingga menjadi tanah. Kami berupaya agar kegiatan industri tidak mengganggu rencana awal lingkungan, khususnya di Desa Uso,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Presiden Joko Widodo Minta Kepala Daerah Waspadai Lonjakan Covid-19

Ia juga menyinggung berbagai program konservasi yang dilakukan perusahaan, termasuk perlindungan habitat dan konservasi burung Maleo di wilayah sekitar operasional DSLNG.

Usai sambutan, Andhika memaparkan kondisi lingkungan di kawasan operasional DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, yang mencakup ekosistem laut yang terjaga, hutan lindung di sekitar area perusahaan, serta pengelolaan sampah melalui sistem daur ulang.

Pelatihan ini juga menghadirkan Didik Kaspi Kasim pemateri dari National Geographic Indonesia, yang membagikan pengalaman dan pengetahuan terkait jurnalisme lingkungan serta pentingnya peran media dalam menjaga kelestarian alam.

Melalui pelatihan ini, AMSI Sulteng berharap jurnalis semakin peka, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengangkat isu lingkungan demi keberlanjutan alam dan masyarakat Sulawesi Tengah.**