Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang Ajak Remaja GKST Tumbuh Berkarakter Kristus

oleh
Penulis: Teguh  |  Editor: Redaksi
Anggota DPD RI Febriyanthi Hongkiriwang saat menyampaikan pembinaan rohani kepada peserta Perkemahan Persekutuan Remaja GKST Klasis Mori Atas di Jemaat GKST Betesda Mayumba, Morowali Utara

OBORMOTINDOK.CO.ID. Morut– Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt, membawakan materi pembinaan rohani dalam kegiatan Perkemahan Persekutuan Remaja Klasis Mori Atas yang digelar di Jemaat GKST Betesda Mayumba, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan perkemahan yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya perkemahan remaja dilaksanakan di lingkup Klasis Mori Atas.

Acara diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt. Grace Walewangko, S.Th, sebelum kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS.

Dalam kesempatan itu, Febriyanthi hadir sebagai pemateri yang memberikan pembinaan iman kepada para remaja gereja. Melalui materi bertajuk “Remaja Gereja Berkarakter Kristus”, ia mengajak para peserta untuk membangun kehidupan rohani yang kuat dengan berakar, bertumbuh, dan berbuah dalam Kristus sebagaimana tertulis dalam Kolose 2:7–8.

BACA JUGA:  Pertumbuhan Ekonomi Naik, Bupati Morowali Utara Sebut PT.GNI Aset Besar Harus Dijaga

Menurut Febriyanthi, karakter Kristus dalam diri seorang remaja tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pertumbuhan iman yang berlangsung secara terus-menerus.

“Bertumbuh bersama-Nya, karakter kita dibentuk hari demi hari,” ujar Febriyanthi di hadapan para peserta perkemahan.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan iman sering dimulai dari hal-hal sederhana, sebagaimana digambarkan dalam 1 Korintus 3:2, yang menekankan bahwa seseorang bertumbuh secara bertahap dalam menerima pengajaran rohani.

Dalam penyampaian materinya, Febriyanthi juga menggunakan ilustrasi tentang pohon untuk menjelaskan pentingnya fondasi iman yang kuat. Ia menuturkan bahwa akar merupakan sumber kekuatan yang menentukan kesehatan seluruh bagian pohon.

“Jika akar tidak mendapatkan asupan yang cukup, maka batang, cabang, daun hingga buah tidak akan bertahan. Pohon itu akan layu dan perlahan mati. Begitu pula kehidupan rohani kita jika tidak berakar kuat dalam Kristus,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para remaja bahwa iman tidak hanya dipahami secara teori, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu sesama, mengampuni, serta memberi harapan kepada orang lain.

Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, Febriyanthi turut membangun dialog interaktif dengan para peserta. Ia mengajak para remaja menjawab sejumlah pertanyaan seputar materi yang disampaikan sekaligus menguji pemahaman mereka tentang nilai-nilai iman.

Para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan bingkisan sebagai bentuk apresiasi. Hal ini membuat sesi diskusi berlangsung hidup dan mendorong para remaja lebih aktif terlibat dalam pembelajaran rohani.

BACA JUGA:  Jajaran Kepolisian di Kabupaten Morowali Utara Gelar Apel Kesiapan Antisipasi Bencana

Selain itu, Febriyanthi juga mengutip Lukas 6:47–48, yang menggambarkan orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan seperti seseorang yang membangun rumah di atas dasar batu yang kokoh.

“Ketika badai kehidupan datang, rumah itu tidak akan goyah karena fondasinya kuat,” ungkapnya.

Perkemahan yang diselenggarakan oleh Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) melalui Persekutuan Remaja Klasis Mori Atas ini menjadi wadah pembinaan iman dan karakter generasi muda gereja. Kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai aktivitas rohani, lomba kreativitas, serta pembinaan kepemimpinan bagi para peserta yang berasal dari berbagai jemaat di wilayah Klasis Mori Atas.(teguh)