Dua Tahun Terakhir, PUPR Banggai Bangun Tiga Kantor Pengamat Pengairan 

oleh
Penulis: Ris  |  Editor: Redaksi
Ilustrasi Kantor Pengamat Pengairan Kecamatan Toili Barat, yang dibangun Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai Tahun 2025 lalu. (Dok Ist)

OBORMOTINDOK.CO.ID. LUWUK—Dinas PUPR Kabupaten Banggai terus memberi perhatian terhadap infrastruktur pendukung sektor pertanian dalam dua tahun terakhir, khususnya terkait fasilitas pengelolaan jaringan irigasi. Tahun ini, Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai merencanakan rehabilitasi kantor pengamat pengairan di Kecamatan Bualemo serta pembangunan kantor baru di Kecamatan Bunta.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Banggai, Takdir Said, dan PPK Bidang Pengairan, Astrid Dwijayanthi, yang dihubungi terpisah membenarkan rencana tersebut.

Rehabilitasi dilakukan karena kondisi kantor pengamat pengairan di Bualemo sudah sangat memprihatinkan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:  TK PAUD Majesty Kenalkan Anak pada Dunia Pertanian Lewat Penanaman Padi

“Dinding-dinding sudah rusak, kondisi bangunan tragis sekali, atap sudah jelek, struktur beton dan kolom juga sudah tidak layak,” ungkap Astrid Dwijayanthi.

Proyek rehabilitasi kantor pengamat pengairan di Kecamatan Bualemo mendapat alokasi anggaran sekitar Rp400 juta. Pekerjaan akan dilaksanakan melalui mekanisme Pengadaan Langsung (PL) sesuai ketentuan pengadaan yang berlaku.

Selain rehabilitasi, tahun ini Dinas PUPR Banggai juga akan membangun kantor pengamat pengairan baru di Kecamatan Bunta. Selama ini, petugas pengairan di wilayah tersebut masih menumpang di kantor pengamat milik pemerintah provinsi.

“Di Bunta belum ada kantor, jadi selama ini hanya menumpang di kantor pengamat provinsi,” kata Astrid.

Sebelumnya, Bidang Pengairan juga telah membangun kantor pengamat pengairan di Kecamatan Masama dan Toili Barat pada tahun lalu.

Sebelum memiliki kantor sendiri, petugas di dua kecamatan tersebut juga masih menggunakan fasilitas milik provinsi.

“Dalam dua tahun terakhir, insya Allah satu rehab dan tiga bangunan baru,” katanya.

Astrid Dwijayanthi mengatakan proses pembangunan dua kantor pengamat pengairan yang dikerjakan tahun lalu kini telah tuntas. Salah satu proyek mengalami perpanjangan waktu pekerjaan hingga 3 Januari 2026.

BACA JUGA:  PT GNI Bangun Sekolah Masa Depan untuk Anak-Anak Morowali Utara

Diketahui, kantor pengamat pengairan daerah irigasi memiliki peran penting dalam mendukung operasional jaringan irigasi di wilayah pertanian.

Selain mengatur pembagian air ke areal persawahan agar merata, petugas juga bertugas memantau kondisi sungai, bendung, pintu air, dan saluran irigasi.

Mereka juga mengawasi operasi buka-tutup pintu air serta mencatat debit air, kerusakan saluran, sedimentasi, hingga kebocoran jaringan irigasi.

Karena itu, keberadaan kantor pengamat pengairan dinilai penting untuk menunjang pengelolaan irigasi dan mendukung sektor pertanian di Kabupaten Banggai. (*)