Fasilitas Pengelolaan Sampah TPS3R Pagimana Selesai, PUPR Banggai Siapkan PHO 

oleh
Penulis: Ris  |  Editor: Redaksi
Kepala Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom. (Dok Obor Matindok)

OBORMOTINDOK.CO.ID. LUWUK—Pagimana, wilayah kecamatan berjarak 64 Km dari Kota Luwuk, kini memiliki fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang hampir siap beroperasi.
Proyek Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang dibangun di wilayah tersebut telah rampung dan saat ini tengah dipersiapkan untuk Proses Serah Terima Sementara (PHO).
Pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kabupaten Banggai untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

BACA JUGA:  Polres Banggai Ringkus Pemuda Asal Simpang Raya Edarkan Sabu di Toili

Kepala Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom, memastikan bahwa seluruh pekerjaan TPS3R Pagimana telah tuntas. “Proyek TPS3R ini sudah rampung,” ujar Christopel, pada Senin, 19 Januari 2026.

BACA JUGA:  Hama Ulat, Dan Petani Jagung Di Bualemo

Ia menambahkan, fasilitas ini sebelumnya sempat dikunjungi Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, saat peresmian bangunan di Rumah Sakit Pagimana.

Saat kunjungan tersebut, progres pekerjaan tersisa sekitar lima persen, yang meliputi pembangunan MCK dan septik tank di bagian belakang. MCK ini nantinya akan digunakan sebagai fasilitas karyawan, dengan dua kamar mandi terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

“Pada saat peninjauan oleh Bupati, Wakil Bupati, dan Kejari Banggai, progres pekerjaan sudah mencapai 95 persen,” jelas Christopel.

BACA JUGA:  Mantan Narapidana Teroris Berikan Ceramah Kepada Personel Polri di Morowali Utara, Cegah Radikalisme dan Intoleransi

Selain itu, tahun ini pihak Dinas PUPR berencana membangun rumah jaga, serupa dengan yang ada di TPS3R Toili, untuk mendukung operasional harian fasilitas.

Dengan selesainya proyek ini, TPS3R Pagimana diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pengelolaan sampah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. ***