Forum RSD Diharapkan Jadi Solusi Damai Atasi Konflik di Sulawesi Tengah

oleh
Penulis: Rilis  |  Editor: Redaksi

OBORMOTINDOM.CO.ID. PALU– Forum berbagi praktik baik dan pembelajaran dari pendekatan Reflective Structured Dialogue (RSD) resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si., mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, di Hotel Grand Sya, Jumat siang (29/8).

Acara yang diselenggarakan oleh Yayasan AMAN Indonesia ini menghadirkan organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga non-pemerintah, akademisi, dan para penyintas konflik. Forum ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat imunitas sosial masyarakat.

BACA JUGA:  Catrini Kubontubuh: Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit Wariskan Nilai-nilai Demokrasi

Dalam sambutannya, Fahrudin menyampaikan harapan agar pendekatan RSD dapat diadopsi secara luas dalam penanganan beragam konflik di Sulawesi Tengah. Menurutnya, metode ini terbukti mampu menjembatani perbedaan perspektif dan menyelesaikan konflik secara inklusif.

“Saat ini kita memiliki Satgas Penyelesaian Konflik Agraria (PKA), Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial (TTPKS) di Kesbangpol, serta Satgas Tambang di Dinas ESDM. Pendekatan RSD sangat menarik untuk diterapkan dalam proses mediasi konflik di tim-tim tersebut,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wabup Banggai Terima Kunjungan SKK Migas dan Pertamina Zona 13, SKK MIGAS : Semoga Kerjasama Yang Terjalin Selama 30 Tahun Tetap Harmonis

Ia juga mengingatkan dampak destruktif konflik horizontal yang pernah terjadi di Poso, dan menegaskan bahwa peristiwa kelam tersebut menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang di masa depan.

“Korban konflik tidak hanya perlu dipandang sebagai penerima bantuan, tetapi sebagai individu yang berhak mendapatkan pemulihan secara bermartabat demi masa depan yang lebih baik. Luka bisa disembuhkan, trauma bisa dipulihkan, dan masa depan bisa dibangun kembali selama ada niat dan kerja sama,” tegas Fahrudin.

BACA JUGA:  Tim Resmob Tompotika Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Ayah Mertua di Luwuk

Sementara itu, Manajer Inovasi Desain dan Monitoring Evaluasi Yayasan AMAN, Gufran, memaparkan bahwa pendekatan RSD telah digunakan untuk pemulihan trauma bagi penyintas kekerasan di Lembantongoa, Sigi, pada 2020. Hasil dari penerapan tersebut kemudian dibagikan sebagai pembelajaran berharga dalam forum ini.

“RSD adalah model pendekatan baru yang efektif untuk pencegahan radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, sehingga masyarakat dapat menjadi lebih tangguh dan harmonis,” tambahnya. **