OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Fenomena hujan es yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, pada Minggu sore (1/2/2026). Peristiwa cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga dan menimbulkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Salah satu rumah yang terdampak parah adalah milik Salimin, warga Desa Bonebalantak. Atap rumahnya roboh akibat terpaan angin kencang yang disertai hujan es, sehingga membuat kondisi rumah tidak lagi layak ditempati.
Saat ditemui pada Senin (2/2/2026), Salimin mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpanya. Ia menyebut kerugian yang dialaminya mencapai puluhan juta rupiah.
“Saya sudah tidak tahu harus bagaimana lagi. Rumah saya sudah rusak, atapnya terlepas semua karena angin kencang. Perkiraan kerugian mencapai puluhan juta rupiah, karena banyak perabotan rumah juga rusak ,” ujar Salimin dengan nada sedih.
Tak hanya di Desa Bonebalantak, kerusakan rumah juga terjadi di Manampak, Desa Masing. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Menurut keterangan warga setempat, rumah milik Burhan dan Bahtiar turut terdampak. Rumah Burhan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap dan plafon, sementara rumah Bahtiar mengalami kerusakan ringan berupa beberapa lembar atap seng yang terlepas akibat kencangnya angin.
Total kerugian akibat kerusakan pada kedua rumah tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp20 juta.
Sementara itu, dikutip dari Kilasbanggai.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Luwuk menjelaskan bahwa hujan es terjadi akibat kondisi cuaca panas yang cukup ekstrem sejak siang hari. Panas tersebut menjadi pemicu terbentuknya awan Cumulonimbus hingga mencapai fase matang.
“Awan Cumulonimbus ini berbeda dengan awan biasa. Awan ini sangat tebal, menjulang tinggi, dan hanya terbentuk di wilayah tertentu dengan radius sekitar 5 hingga 10 kilometer,” ujar petugas BMKG Luwuk kepada Kilasbanggai.com.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, awan Cumulonimbus mulai tumbuh sekitar pukul 13.30 WITA dan terus berkembang hingga akhirnya memicu hujan es di wilayah Batui Selatan dan sekitarnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, karena potensi cuaca ekstrem serupa masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama jika kondisi cuaca panas ekstrem kembali terjadi. (sal)






