OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Penerapan kebijakan lima hari sekolah yang disertai pengaturan waktu pulang dan hari libur oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai mulai diberlakukan sejak Februari 2026. Kebijakan tersebut kini sudah diterapkan di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Batui.
Pantauan di lapangan menunjukkan, beberapa sekolah tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar meskipun waktu telah menunjukkan pukul 12.45 WITA. Hal ini terlihat di SD Inpres Ondo-ondolu 1 Satu Atap (SPA) dan SMP Negeri 5 Satu Atap Batui yang mulai menyesuaikan jadwal pembelajaran sesuai aturan baru.
Kepala SMP Negeri 5 Satu Atap Batui, Rizal Aripat, saat ditemui di ruang kerjanya menjelaskan bahwa penerapan lima hari sekolah, termasuk pengaturan waktu pulang dan hari libur, mulai dilaksanakan pada hari ini berdasarkan surat edaran resmi dari Disdikbud Banggai.
“Hari ini kami mulai menerapkan lima hari sekolah, termasuk penyesuaian waktu pulang dan libur. Alhamdulillah, respons peserta didik cukup baik dan mereka menyambut kebijakan ini dengan antusias,” ujar Rizal kepada wartawan, Senin (2/2/2026).
Meski demikian, pihak sekolah tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan peserta didik, khususnya bagi siswa yang harus melintasi sungai untuk menuju rumah.
“Jika cuaca mulai mendung atau berpotensi hujan, kami akan memulangkan lebih awal siswa yang berasal dari seberang sungai,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan oleh salah satu tenaga pendidik di SD Inpres Ondo-ondolu 1 SPA, Rohani. Ia mengatakan bahwa sekolah dasar tersebut juga mulai menerapkan kebijakan lima hari sekolah sejak pagi hari.
“Iya, hari ini kami sudah memberlakukan penerapan lima hari sekolah. Namun, karena kondisi cuaca di wilayah ini tidak menentu, terkadang kami harus memulangkan siswa lebih cepat demi keselamatan,” jelas Rohani.
Sementara itu, sejumlah orang tua murid di Desa Ondo-ondolu menyambut baik penerapan lima hari sekolah. Mereka menilai kebijakan tersebut memberikan lebih banyak waktu belajar bagi anak-anak di sekolah.
“Semakin lama anak-anak berada di sekolah, tentu semakin banyak ilmu yang mereka dapatkan,” ungkap salah seorang orang tua murid.
Dengan penerapan kebijakan ini, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah Kabupaten Banggai dapat terus meningkat, tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan kondisi lingkungan sekitar. (sal)






