OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Insiden kecelakaan kerja di area perkebunan sawit milik PT Sawindo Cemerlang (SCEM) dilaporkan benar terjadi pada Senin pagi (12/1/2026). Korban diketahui bernama Moh. Irfan, karyawan bagian peloading PT SCEM, warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban berada di dalam kendaraan yang melintas di jalan menurun dengan kondisi permukaan berlubang dan tidak rata. Akibat kondisi tersebut, kendaraan yang ditumpangi korban kehilangan keseimbangan dan tergelincir.
Menyadari situasi berbahaya itu, korban berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan. Namun, saat hendak turun, korban mengalami kesulitan hingga akhirnya terjepit kendaraan jenis hartop.
Upaya pertolongan sempat dilakukan di lokasi kejadian. Namun, karena kondisi korban yang terjepit cukup parah, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Melalui akun Facebook resmi, Polsek Batui menyampaikan bahwa telah terjadi kecelakaan kerja di area kebun sawit Kecamatan Batui Selatan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Disebutkan, Kanit Provost Polsek Batui bersama Kapospol Batui Selatan langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), didampingi personel piket serta tim medis Puskesmas Batui untuk memeriksa kondisi korban.
“Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke daerah asal dan dikawal langsung oleh Kanit Provost Polsek Batui, Aiptu Azhar,” tulis keterangan tersebut.
Sementara itu, petugas medis di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Batui menegaskan bahwa korban meninggal dunia bukan karena sakit, melainkan akibat kecelakaan kerja.
“Iya, memang benar pagi tadi ada korban kecelakaan kerja,” ujar petugas medis.
Di sisi lain, Humas PT Sawindo Cemerlang, Andi Siradjuddin, menyampaikan pernyataan berbeda. Ia menyebut bahwa almarhum Moh. Irfan tidak meninggal akibat kecelakaan kerja, melainkan karena sakit yang telah lama diderita.
“Dia sudah lama sakit, jadi bukan kecelakaan kerja,” kata Andi Siradjuddin. (sal)






