OBORMOTINDOK.CO.ID, LUWUK – Dalam rangka mendokumentasikan bencana Tsunami pada tahun 2000 yang menerpa kabupaten Banggai Laut, Unesco bekerja sama dengan BMKG berkunjung ke Banggai laut mewawancarai warga sebagai saksi hidup pada saat Bencana Tsunami pada saat tahun 2000 di Banggai laut, Selasa (02/08/22).

Ardito sebagai Leader Tim Documentasi Unesco menyampaikan, “sejak 2017 kami dari UNESCO sudah bekerja sama dengan BMKG, melakukan pendokumentasian kejadian-kejadian tsunami sebelum tahun 2004, Penyebabnya adalah karena kejadian sebelum tahun 2004 ternyata tidak ada dokumentasi dari saksi hidup seluruh indonesia, ” jelasnya.

Hal itu yang kemudian mendasari UNESCO menjejaki wilayah wilayah di indonesia yang pernah mengalami bencana tsunami, untuk mencari saksi hidup yang melihat langsung kejadian tsunami pada tahun 2000 di Kabupaten Banggai Laut untuk mendokumentasikan ceritanya melalui video.

Ardito juga menambahkan Selain Kabupaten Banggai Laut, Tim Unesco juga melakukan pengambilan dokumentasi di Banggai Kepulauan yang juga terdampak Tsunami pada tahun 2000.

“Selain wilayah di banggai Laut, kami juga melakukan pengambilan dokumentasi wawancara saksi hidup di kabupaten banggai kepulauan, di antaranya Desa Ponding-ponding, Palam, Bolonan, dan kalumbatan, sementara Khususnya wilayah di kabupaten banggai laut hanya dua wilayah yang kami ambil dokumentasi, yaitu Desa Kendek dan Kelurahan Dodung”, Tutup Ardito.

Sebagai bahan informasi, di kutip dari wikipedia UNESCO itu sendiri adalah singkatan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization yang di artikan dalam bahasa indonesia Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan badan khusus PBB yang didirikan pada 1945. Tujuan organisasi adalah mendukung perdamaian dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki.*

ombatui