Klarifikasi Pengelola MBG Batui Soal Menu dan Anggaran Rp15 Ribu yang Viral di Media Sosial

oleh
Penulis: Gufran Sabudu  |  Editor: Redaksi
Oplus_0

OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, pada Selasa (3/3/2026), menuai sorotan publik.

Pengelola Dapur MBG Kecamatan Batui, Hj. Rahmawati, angkat bicara menanggapi pemberitaan terkait menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang disebut mencapai Rp15.000 per kotak.

Menu yang disajikan saat itu berupa telur rebus, buah rambutan, roti kukus, dan kacang, tanpa minuman pendamping. Informasi tersebut viral di berbagai akun Facebook dan dinilai merugikan pihak pengelola MBG Batui.

Harga Per Porsi Diklaim Rp13 Ribu, Bukan Rp15 Ribu

Melalui pesan WhatsApp, Rahmawati menjelaskan bahwa pemilihan menu pada hari tersebut memiliki alasan tersendiri. Ia menegaskan bahwa harga per porsi bukan Rp15.000, melainkan Rp13.000.

Menurutnya, dari total Rp13.000 per kotak, sebesar Rp8.000 hingga Rp10.000 digunakan untuk pembelian bahan baku makanan. Sementara Rp3.000 dialokasikan untuk biaya operasional, dan Rp2.000 untuk penyewaan bangunan dapur serta fasilitas pengelolaan yang berlokasi di Kelurahan Bakung.

BACA JUGA:  Aturan Diperketat, Usaha Buka Sampai Pukul 20.00 dan Tidak Boleh Bikin Pesta Perkawinan

“Yang sebenarnya bukan harganya Rp15 ribu per porsi, tetapi Rp13 ribu. Untuk pembelian bahan, kami mengeluarkan Rp8 sampai Rp10 ribu per kotak, belum termasuk biaya operasional dan sewa bangunan dapur pengelolaan MBG,” tulis Rahmawati dalam pesan pribadinya.

Penjelasan Soal Susu dan Sumber Protein

Rahmawati juga menanggapi isu ketiadaan susu dalam menu hari tersebut. Ia menjelaskan bahwa susu tidak wajib diberikan apabila sumber protein hewani seperti telur, daging ayam, atau ikan sudah tersedia.

Menurutnya, susu diberikan sebagai pengganti apabila tidak terdapat protein hewani dalam menu. Jika komponen protein hewani sudah lengkap, maka susu hanya bersifat pelengkap dan tidak diwajibkan ada dalam setiap pembagian.

Ia menambahkan, pada pekan ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batui sebenarnya telah menyertakan susu. Namun, susu tidak dibagikan pada hari Senin karena stok belum mencukupi dan baru didistribusikan pada hari Rabu.

BACA JUGA:  Bersama DSLNG, Pemuda Babang Buyangge Ubah Ancaman Lingkungan Jadi Harapan Baru

Untuk siswa SMP dan SMA, serta dewan guru dan tenaga pendidik, jatah susu diberikan sebanyak satu liter per minggu. Sedangkan untuk penerima manfaat TK/PAUD dan SD, diberikan susu sebanyak 110 mililiter per hari. Khusus hari Rabu, siswa TK dan SD menerima tiga kotak susu sekaligus untuk alokasi hari Senin, Selasa, dan Rabu.

Sorotan Orang Tua Murid

Sebelumnya, seorang orang tua murid bernama Gadaria menilai komposisi makanan yang diterima siswa kurang relevan jika dibandingkan dengan anggaran yang disebut-sebut sebesar Rp15.000 per kotak.

Perbedaan informasi inilah yang kemudian memicu perbincangan di tengah masyarakat dan menjadi viral di media sosial.

Standar Gizi Program MBG

BACA JUGA:  Kantor DPD Partai Perindo Banggai Dibobol Maling

Berdasarkan data yang diperoleh, standar gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan pada pemenuhan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein hewani atau nabati, sayuran, serta buah, dengan kisaran energi 600–800 kilokalori (kkal) per porsi.

Secara umum, contoh menu standar MBG terdiri dari nasi sebagai sumber karbohidrat, lauk seperti ayam, ikan, atau telur sebagai protein hewani, tempe atau tahu sebagai protein nabati, tumis sayuran seperti buncis dan wortel, serta buah seperti pisang atau jeruk. Dalam beberapa pelaksanaan, menu tersebut juga dilengkapi dengan susu sebagai tambahan asupan gizi.

Perbedaan antara standar menu yang dirancang dan menu yang diterima siswa di Batui kini menjadi perhatian masyarakat.

Publik berharap adanya transparansi serta evaluasi dari pihak terkait agar tujuan Program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dapat tercapai secara optimal. (sal)