OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI— Kepedulian terhadap pelestarian burung endemik sekaligus keberlanjutan adat dan budaya lokal ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. Bersama perangkat adat setempat, Pemerintah Desa Uso menyerahkan enam butir telur burung maleo kepada pengelola penangkaran burung maleo milik PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), Sabtu pagi (20/12/2025).
Penyerahan telur burung maleo tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat adat dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian burung maleo sekaligus mendukung keberlangsungan ritual adat Tumpe yang secara turun-temurun dilaksanakan oleh masyarakat adat Batui.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah, I Wayan, perwakilan PT DSLNG Djohar Rahadi, Kepala Desa Uso Nasrullah A. Uka, Ketua Adat Uso Djakir Dedo, serta Tokoh Adat Batui Harpin Do’an.
Kepala Desa Uso, Nasrullah A. Uka, menyampaikan bahwa penyerahan enam butir telur burung maleo tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat adat dan pemerintah desa terhadap pelestarian budaya dan lingkungan di wilayah Kecamatan Batui.
“Melalui penyerahan telur burung maleo ini, kami berharap dapat membantu menambah populasi burung maleo di Desa Uso. Ke depan, hasil pelestarian ini juga dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan ritual adat Tumpe pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Nasrullah.
Sementara itu, perwakilan PT DSLNG, Djohar Rahadi, menyampaikan apresiasi atas langkah nyata yang dilakukan masyarakat adat dan Pemerintah Desa Uso dalam mendukung upaya konservasi burung maleo.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Jika ke depan masih ada telur burung maleo, kami siap untuk menampung dan menetaskannya di konservasi maleo DSLNG, sehingga populasinya dapat terus berkembang dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat adat,” ungkap Djohar.
Perwakilan BKSDA Sulawesi Tengah, I Wayan, menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya pelestarian habitat burung maleo di Desa Uso. Ia menyebutkan akan segera berkoordinasi dengan pimpinan untuk menindaklanjuti rencana penetapan kawasan konservasi maleo di wilayah tersebut.
“Kami sangat mendukung upaya pelestarian burung maleo. Dalam waktu dekat, kami akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan agar lokasi bertelur burung maleo di Desa Uso dapat segera ditetapkan sebagai kawasan konservasi,” jelasnya.
Tokoh Adat Batui, Harpin Do’an, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian adat Tumpe dan burung maleo.
“Sebagai masyarakat adat Batui, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Uso atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap keberlanjutan adat Tumpe yang menjadi warisan budaya kami,” tutup Harpin. (sal)





