OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Kepedulian terhadap pelestarian burung endemik sekaligus keberlanjutan adat dan budaya lokal ditunjukkan oleh Pemerintah dan masyarakat adat Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai. bersama masyarakat adat Pemerintah Desa Uso menyerahkan Tuju butir telur burung maleo kepada pengelola penangkaran burung maleo milik PT Panca Amara Utama (PAU), Rabu pagi (28/1/2026).
Penyerahan telur burung maleo ini menjadi wujud nyata komitmen masyarakat adat dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian burung maleo, sekaligus mendukung keberlangsungan ritual adat Tumpe yang secara turun-temurun dilestarikan oleh masyarakat adat Batui.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Camat Batui Umar Syamsudin Abdul, Kapolsek Batui Iptu Tegguh Pria Adijsaka, perwakilan Koramil Batui Pelda Ariyanto, Kepala Desa Uso Nasrullah A. Uka, Ketua Adat Uso Djakir Dedo, Tokoh Adat Batui Harpin D. Balandja, serta Ketua BPD Uso Irwan Mangulele.
Kepala Desa Uso, Nasrullah A. Uka, menyampaikan bahwa penyerahan telur burung maleo merupakan bentuk kepedulian masyarakat adat dan pemerintah desa terhadap pelestarian lingkungan serta budaya lokal di wilayah Kecamatan Batui.
“Melalui penyerahan telur burung maleo ini, kami berharap dapat membantu menambah populasi burung maleo di Desa Uso. Ke depan, hasil pelestarian ini juga dapat dimanfaatkan dalam pelaksanaan ritual adat Tumpe pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, External Relation & Security Manager PT PAU, Hermawan Adi, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan oleh masyarakat adat dan Pemerintah Desa Uso dalam mendukung upaya konservasi burung maleo.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Jika ke depan masih terdapat telur burung maleo, kami siap menampung dan menetaskannya di konservasi maleo PAU, sehingga populasinya terus berkembang dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat adat,” ungkap Hermawan.
Plt Camat Batui, Umar Syamsudin Abdul, dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap upaya pelestarian habitat burung maleo di Desa Uso. Ia juga menyebut akan segera berkoordinasi dengan pimpinan daerah untuk menindaklanjuti rencana penetapan kawasan tersebut sebagai area konservasi.
“Kami sangat mendukung pelestarian burung maleo. Dalam waktu dekat, kami akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan agar lokasi bertelur burung maleo di Desa Uso dapat segera ditetapkan sebagai kawasan konservasi,” jelasnya.
Tokoh Adat Batui, Harpin D. Balandja, turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian adat Tumpe dan burung maleo sebagai warisan budaya.
“Sebagai masyarakat adat Batui, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Uso atas kepedulian dan kontribusinya terhadap keberlanjutan adat Tumpe yang menjadi warisan budaya kami. Kami juga sangat mendukung upaya pelestarian burung maleo,” pungkasnya. (feb/sal)






