OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI- Pengurus Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Provinsi Sulawesi Tengah telah resmi dilantik untuk masa bakti 2023-2026 pada Kamis, 11 Juli 2024, di Ballroom Hotel Santika Luwuk.

Ketua IPI Sulteng yang baru, Devie Y. Pantouw, S.Pd, bersama 20 pengurus lainnya, mengambil sumpah jabatan. Sebelumnya, IPI Sulteng dipimpin oleh Hj. Asmul Mulyadi, S.Sos.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Banggai, Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos, ST, M.S, yang mewakili Bupati Banggai, menekankan peran penting Penilik dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Penilik yang bertugas memantau dan mengevaluasi proses pendidikan di tingkat dasar dan menengah, memiliki peran kunci dalam memastikan kualitas pendidikan yang diterima oleh siswa,” ujar Ramli.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan se-Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, camat se-Kabupaten Banggai, Kepala Sekolah se-Kabupaten Banggai, serta perwakilan BUMN.

Sekretaris Jenderal IPI Pusat, Dr. Riyantini, M.Pd, mengapresiasi perhatian besar Kabupaten Banggai terhadap peran penilik dan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak.

“Saya terharu, luar biasa Kabupaten Banggai, para stakeholder di sini sudah mengetahui bahwa penilik sebagai ujung tombak Dinas Pendidikan dalam menuntaskan wajib belajar 9 tahun, sangat luar biasa kolaborasinya,” ujar Dr. Riyantini.

Pada acara tersebut juga diluncurkan tiga aplikasi unggulan: Bonua Data, Rumah Data Laporan (Rudal), dan Sistem Informasi Anak dan Dewasa Kembali Sekolah (Si Ade Kembali Sekolah).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo, S.STP, M.Si, menyatakan bahwa peluncuran aplikasi ini sesuai dengan visi dan misi Bupati Banggai.

“Anak dan dewasa wajib untuk sekolah, deklarasi sudah kami lakukan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Banggai, peningkatan dari Si Ade Kembali Sekolah luar biasa dan juga ini merupakan target dalam rangka peningkatan angka IPM,” ujar Syafrudin.

IPM Kabupaten Banggai saat ini berada di angka 72,17 yang sudah masuk kategori Tinggi. Pj Sekda Banggai menjelaskan bahwa tantangan utama adalah menuntaskan wajib belajar 9 tahun, mengingat rata-rata lama sekolah di Kabupaten Banggai baru 8,63 tahun.

“Dengan inovasi agar anak yang putus sekolah bisa kembali sekolah, dan dewasa yang tidak pernah sekolah bisa bersekolah, diharapkan rata-rata lama sekolah kita bisa meningkat,” jelasnya.

Sekjen IPI Pusat menyambut baik peluncuran aplikasi Si Ade Kembali Sekolah dan berharap dapat menjadi alat efektif untuk mendukung Penilik dalam menjalankan tugasnya.

“Alhamdulillah dengan adanya Si Ade Kembali Sekolah ini sangat nyambung bahwa tugas penilik juga harus mendata anak usia sekolah, dan dapat disalurkan ke pusat kegiatan belajar masyarakat yang kemudian diberikan pembelajaran sesuai dengan usianya, dengan layanan pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C,” kata Sekjen IPI Pusat.

Setelah pembukaan dan peluncuran aplikasi, acara dilanjutkan dengan workshop bertema “Profesionalitas Penilik dalam Transformasi Pendidikan, Wujudkan PAUD DIKMAS Berkualitas Menuju Indonesia Maju”.**

*) Ikuti berita terbaru Obormotindok.co.id di Google News

Jum Amar