Peran Aktif Forum Kesbangpol Diharapkan Wujudkan Pilkada Damai di Kabupaten Banggai

oleh

OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Sejumlah forum yang berada di bawah binaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan Pilkada yang damai di Kabupaten Banggai.

Pernyataan tersebut mencuat dalam Dialog Kebangsaan bertema “Peran Forum dalam Mewujudkan Pilkada Damai Tahun 2024 di Kabupaten Banggai”, yang digelar pada Rabu (23/10/2024) di halaman kantor Kesbangpol Banggai, Luwuk.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, adat, serta perwakilan partai politik, ormas, TNI, Polri, dan Kejaksaan Negeri Banggai.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banggai, Nurdjalal, yang membuka kegiatan secara resmi, menyatakan bahwa Pilkada tidak hanya merupakan sarana untuk memilih pemimpin, tetapi juga mencerminkan kedewasaan politik masyarakat.

Masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan perbedaan secara damai dengan menjunjung semangat persatuan.

BACA JUGA:  Kapolres Banggai Kepulauan Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Anak Usia 6 Sampai 11 Tahun

“Pilkada damai bukan sekadar harapan, melainkan sebuah keharusan,” tegas Nurdjalal.

Ia menekankan pentingnya peran forum-forum komunikasi dalam menciptakan kondisi Pilkada yang aman dan damai.

Lebih lanjut, Nurdjalal juga menggarisbawahi pentingnya literasi politik bagi masyarakat.

Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijak dan bertanggung jawab, serta menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, dan tindakan provokatif yang dapat memecah belah.

“Kita harus bersama-sama merumuskan langkah-langkah strategis dan konkret guna mewujudkan Pilkada yang aman, tertib, dan demokratis di Kabupaten Banggai,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kodim 1308 Luwuk Banggai, Letkol Kav. La Ode Azhar Hamid, juga menyampaikan harapannya agar semua pihak bersinergi dalam menciptakan Pilkada yang damai.

“Prinsip saya, masalah besar kita kecilkan, masalah kecil kita hilangkan,” ujarnya.

BACA JUGA:  HOAKS! Beredar Pesan Berantai Warga Bentrok di Jembatan Lalove Palu

Ia menegaskan bahwa siapapun yang terpilih dalam Pilkada nanti harus dianggap sebagai pemimpin seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Dialog Kebangsaan Libatkan Berbagai Narasumber

Dialog Kebangsaan ini dipandu oleh Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Banggai, Retno Ridhawati, dan menghadirkan tiga narasumber utama.

Mereka adalah Kepala Badan Kesbangpol Banggai, Syaifuddin Muid; Ketua KPU Banggai, Santo Gothia; dan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, serta Hubungan Masyarakat Bawaslu Banggai, Arkamulhak Dayanun.

Dalam pemaparannya, Syaifuddin Muid menegaskan bahwa peran aktif forum-forum seperti Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sangat strategis dalam menjaga keamanan Pilkada. Forum-forum ini diharapkan mampu meredam potensi konflik yang kerap muncul selama proses Pemilu.

BACA JUGA:  Pj. Sekda Provinsi Sulawesi Tengah Ikuti Rapat Asistensi Penyusunan dan Penetapan RTRW dan RDTR

“Kita harus mengantisipasi ruang-ruang yang dapat digunakan untuk menyebarkan fitnah, hujatan, dan provokasi yang bisa memicu konflik horizontal,” kata Syaifuddin.

Ia juga menekankan pentingnya integritas penyelenggara dalam menghadirkan Pilkada yang jujur, adil, dan transparan.

Ketua KPU Banggai, Santo Gothia, berharap partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 bisa meningkat.

Partisipasi ini tidak hanya sebatas hadir di tempat pemungutan suara, tetapi juga turut menjaga kondusifitas dan mengawasi jalannya Pilkada.

Ia juga memastikan kesiapan logistik Pilkada, yang sebagian besar sudah tiba di Kantor KPU Banggai.

Sementara itu, Arkamulhak Dayanun dari Bawaslu Banggai mengingatkan bahwa potensi pelanggaran Pilkada paling banyak terjadi pada masa kampanye dan masa tenang.

Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan sangat diperlukan.

“Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian tanpa keterlibatan semua pihak,” ungkap Arkamulhak.**