Rampung Tapi Bermasalah, Kualitas Aspal Pasar Batui Masih Dikeluhkan Warga

oleh
Penulis: Gufran Sabudu  |  Editor: Redaksi

OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Proyek pengaspalan jalan di kawasan Pasar Rakyat Batui, Kelurahan Balantang, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, yang dikerjakan oleh CV Akira Boys telah dinyatakan selesai pada Kamis (15/1/2026) dengan nilai kontrak sebesar Rp198.400.000.

Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan tersebut menuai sorotan. Proyek yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada 9 Desember 2025 justru mengalami keterlambatan dan baru rampung pada pertengahan Januari 2026, tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:  Tahun Baru Islam 1446 Hijriyah, KAHMI Sulsel Terbitkan Maklumat Keummatan

Selain persoalan keterlambatan, kualitas hasil pengaspalan juga kembali dikeluhkan warga. Sejumlah masyarakat menilai kondisi aspal masih bergelombang dan kurang padat, meskipun sempat dilakukan perbaikan oleh pihak kontraktor.

Salah seorang pengojek yang mangkal di sekitar pasar, Acank, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan tersebut.

BACA JUGA:  Bupati Herwin Hadiri Apel Bersama, Ingatkan ASN Harus Gerak Cepat Membangun Daerah

“Kondisi aspal yang baru diaspal tadi pagi masih sama seperti aspal yang dikerjakan seminggu lalu. Padahal harapan kami, setelah diperbaiki, aspal sudah tidak bergelombang dan benar-benar padat,” ujarnya.

Ia juga meyakini bahwa kondisi aspal yang masih lembek berpotensi cepat rusak, mengingat tingginya aktivitas pengunjung pasar setiap hari.

“Seperti yang bisa dilihat, aspal ini sangat lembek. Kalau banyak orang menginjaknya, saya yakin tidak akan bertahan lama. Saya mewakili teman-teman pedagang berharap kontraktor bisa memadatkan kembali aspal ini agar bisa dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lebih lama,” tambahnya.

BACA JUGA:  Musrenbang RPJMD 2025–2029, Langkah Strategis Banggai Menuju Daerah Inklusif dan Berkelanjutan

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak CV Akira Boys belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan para pedagang dan warga Pasar Rakyat Batui. (sal)