Sekprov Sulteng Dorong Sistem Pelaporan Satu Pintu Saat Peluncuran Program SEHAT

oleh
Penulis: Rilis  |  Editor: Redaksi
Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, M.M., saat menghadiri peluncuran Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) di Ruang Polibu, Rabu (4/3).

OBORMOTINDOK.CO.ID. PALU– Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, M.M., mendorong penerapan sistem pelaporan satu pintu yang mampu merangkum seluruh hasil kerja program pemerintah daerah maupun lembaga nonpemerintahan di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, sistem pelaporan yang selama ini masih dilakukan secara terpisah menjadi salah satu penyebab hasil evaluasi program belum menunjukkan capaian yang sesuai harapan. Padahal, intervensi program di lapangan dinilai telah memberikan dampak nyata kepada sasaran, meski dalam laporan angka yang ditampilkan terlihat masih kecil.

“Banyak program diluncurkan tapi hasilnya belum baik, mungkin kesalahan ada di laporan yang dibuat terpisah-pisah,” ungkapnya, seraya menegaskan pentingnya sistem pelaporan yang terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan Sekprov Novalina saat menghadiri peluncuran Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) di Ruang Polibu, Rabu pagi (4/3).

BACA JUGA:  UIN Datokarama Kukuhkan 315 Guru Profesional, Pemprov Sulteng Beri Apresiasi

Program SEHAT merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kanada dalam mendorong pencapaian target pembangunan kesehatan. Program ini berfokus pada peningkatan hasil dan pemenuhan hak kesehatan, termasuk kesehatan dan hak reproduksi seksual (SRHR) bagi perempuan dan remaja putri di wilayah sasaran.

Di Sulawesi Tengah, program ini menyasar Palu, serta Kabupaten Parigi Moutong, Sigi, dan Donggala. Fokus utama diarahkan pada kelompok perempuan dan remaja putri yang tergolong rentan.

Mewakili gubernur, Sekprov Novalina menyampaikan apresiasi terhadap Program SEHAT yang dinilai sejalan dengan program unggulan daerah, BERANI Sehat. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.

“Kita sudah di jalur yang tepat dan kolaborasi ini yang mesti lebih diperkuat,” ujarnya, berharap seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat program secara merata tanpa kendala.

Program SEHAT didanai oleh Pemerintah Kanada dan dirancang berlangsung selama tujuh tahun. Dalam implementasinya, Pemerintah Kanada menunjuk lembaga internasional Cowater International yang bekerja sama dengan organisasi perempuan Aisyiyah dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Pemerintah Kanada juga memberikan perhatian khusus pada penguatan layanan kesehatan sektor primer, seperti puskesmas dan pustu, melalui peningkatan infrastruktur medis serta kapasitas tenaga kesehatan.

Sekprov Novalina menilai penguatan sektor primer menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Ia berharap masyarakat tidak langsung menuju rumah sakit rujukan untuk keluhan penyakit yang sebenarnya dapat ditangani di puskesmas.

BACA JUGA:  Bupati Hadir Pelantikan PPK, Ketua KPU Banggai: Terimakasi Atas Dukungan Pemda Banggai

“Mohon kiranya program ini diberi dukungan penuh,” imbuhnya, agar pelayanan puskesmas semakin baik dan setara sehingga penumpukan pasien di rumah sakit rujukan dapat dihindari.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Triyani selaku perwakilan Kepala Pusat Kebijakan Strategi dan Tata Kelola Kesehatan Global Kementerian Kesehatan, Miss Alice dari Kedutaan Besar Kanada, Miss Nadia dari Cowater, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Tenny Calvenny Sortion, Dr. Triastuti mewakili Aisyiyah, serta unsur perangkat daerah dan lembaga mitra nonpemerintahan lainnya.**