Sempat Viral, Distribusi MBG di SDN 1 Tolisu Kembali Berjalan Normal

oleh
Penulis: Gufran Sabudu  |  Editor: Redaksi
Kepala SD Negeri 1 Tolisu menerima kembali distribusi makanan dari pengelola MBG Singkoyo untuk dibagikan kepada para siswa, Senin (2/3/2026).

OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Para orang tua murid di SD Negeri 1 Tolisu, Kecamatan Toili Jaya, Kabupaten Banggai, kini merasa lebih tenang setelah sempat diwarnai polemik kualitas makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sebelumnya, beredar kabar viral terkait dugaan temuan bangkai cicak dalam lauk telur rebus bersaus yang dikelola dapur MBG di Desa Singkoyo, Kecamatan Toili.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026, saat pihak MBG menyalurkan ratusan ompreng kepada Pemerintah Desa Tolisu untuk kemudian dikonsumsi para peserta didik di wilayah tersebut.

Salah seorang orang tua murid SD Negeri 1 Tolisu, Ratmiah, mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, salah satu penerima MBG sempat mencium aroma tidak sedap dari telur yang dibagikan.

BACA JUGA:  Warga Batui Selatan Meradang, PT KSO dan PT Sarku Tak Pekerjaan Warga Lokal

“Sebagai orang tua tentu kami khawatir dengan kejadian yang sempat menghebohkan itu. Apalagi sudah viral dan jadi perbincangan warga Tolisu hingga luar daerah,” ujar Ratmiah kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Meski demikian, Ratmiah mengaku kini merasa lega setelah pihak sekolah memastikan bahwa menu MBG yang kembali disalurkan telah melalui pengawasan dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi siswa.

“Sekarang pihak sekolah sudah memastikan bahwa menu MBG sudah aman,” tambahnya.

Sekolah Terima Kembali Distribusi MBG

Kepala SD Negeri 1 Tolisu, Anhi, saat ditemui di teras kantor sekolah, tidak banyak memberikan keterangan. Ia hanya membenarkan bahwa pihak MBG Singkoyo telah kembali menyalurkan makanan ke sekolahnya.

BACA JUGA:  Epaper Edisi 286

“Barusan MBG Singkoyo telah menyerahkan ratusan boks kue kepada kami untuk selanjutnya dibagikan kepada siswa,” singkat Anhi.

Pihak Dapur Akui Temukan Tiga Telur Busuk

Sebelumnya, dalam pemberitaan Kamis (26/2/2026), Asisten Lapangan Dapur MBG Singkoyo, Lulus Nur Suprat Wiyatmi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan proses penyortiran sebelum pengolahan bahan makanan.

“Telur ini sudah kami sortir, kami cuci, dan tidak ada yang mengambang atau terlihat rusak. Jadi kami juga bingung bagaimana bisa terjadi,” ujarnya.

Dalam sambungan telepon bersama Sekretaris Yayasan dan wartawan, Lulus juga mengakui bahwa pihaknya menemukan tiga butir telur dalam kondisi busuk. Telur tersebut, kata dia, telah ditarik kembali dari penerima manfaat sebelum sempat dikonsumsi.

BACA JUGA:  Triple Kill di MotoGP Spanyol

Yayasan Janji Evaluasi dan Perketat SOP

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Hesed Harapan Baru menegaskan bahwa pihak yayasan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur MBG. Evaluasi tersebut meliputi pengetatan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan pengawasan internal, serta perbaikan sistem distribusi makanan.

Ia menekankan bahwa kualitas dan higienitas makanan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.

Meski belum ada laporan gangguan kesehatan serius akibat peristiwa tersebut, kejadian ini tetap menjadi sorotan masyarakat.

Warga berharap pengelola program dapat mengambil langkah konkret dan transparan guna menjaga kepercayaan publik terhadap program yang berkaitan langsung dengan kesehatan peserta didik. (sal/OM)