OBORMOTINDOK.CO.ID. PALU– Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin Masulili, menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar Pemangku Adat se-Sulawesi Tengah yang dirangkaikan dengan pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA), Selasa (14/4/2026), di Hotel Best Western Coco Palu.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Adat untuk Peradaban Dunia: Penguatan Peran Masyarakat Adat di Sulawesi Tengah” dan dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari pemerintah daerah hingga para pemangku adat dari seluruh wilayah di Sulawesi Tengah.
Tema ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan nilai-nilai adat sebagai fondasi dalam membangun peradaban yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.
Acara dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, serta dihadiri Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, para mantan gubernur, unsur Forkopimda, dan seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan luas terhadap penguatan peran masyarakat adat sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh pemangku adat untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual serta kearifan lokal ke dalam setiap aspek pembangunan dan sistem pemerintahan.
Menurutnya, masyarakat adat memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai budaya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA), yang diharapkan menjadi wadah bersama dalam mengonsolidasikan peran dan fungsi pemangku adat di Sulawesi Tengah.
Keberadaan FKPA diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta membuka ruang kolaborasi antar lembaga adat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Partisipasi Wakil Bupati Banggai dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap eksistensi dan peran masyarakat adat.
Sinergi antara pemerintah dan pemangku adat dinilai sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama untuk terus menjaga, merawat, dan mengembangkan nilai-nilai adat sebagai bagian dari identitas daerah.
Dengan demikian, masyarakat adat diharapkan dapat terus berkontribusi aktif dalam pembangunan, sekaligus memperkuat jati diri dan peradaban masyarakat Sulawesi Tengah.**





