22 Tahun Tanpa Perbaikan, Bangunan SMP 5 Satu Atap Batui Rusak Berat

oleh
Penulis: Gufran Sabudu  |  Editor: Redaksi
Kondisi bangunan SMP 5 Satu Atap Batui yang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.

OBORMOTINDOK.CO.ID. Batui– Kondisi bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 5 Satu Atap Batui yang dibangun sejak awal tahun 2004 kini memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan parah dan rawan roboh, terutama saat terjadi gempa bumi.

Wakil Kepala SMP 5 Satu Atap Batui, Ismawati Nurdin, mengungkapkan bahwa sejak didirikan pada tahun 2004, bangunan sekolah tersebut belum pernah tersentuh renovasi atau perbaikan.

“Dari tahun 2004 sampai sekarang, bangunan sekolah ini belum pernah diperbaiki. Setiap kali terjadi gempa, kami langsung mengevakuasi siswa keluar dari ruang kelas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ismawati kepada wartawan.

BACA JUGA:  Karang Taruna Desa Kalupapi Dilantik, Muh. Aksar Rifaldi Pimpin Ketua Baru

Tak hanya ruang kelas, Ismawati menjelaskan bahwa kondisi ruang kantor sekolah dan rumah dinas guru juga mengalami kerusakan serius. Bahkan, setiap gempa terjadi, plafon ruang kantor kerap berjatuhan ke lantai.

BACA JUGA:  Pansus DPRD Ngotot Kehadiran Kadis PUPR Bambang Eka Sutedi

“Selain ruang kelas, ruang kantor dan rumah dinas guru juga rusak parah. Plafon di ruang kantor sudah tidak ada akibat gempa, pintu-pintunya pun banyak yang rusak karena dimakan rayap,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi rumah dinas guru dinilai sudah tidak layak huni. Atap bangunan banyak yang bocor, serta dinding rumah dinas mengalami kerusakan cukup parah.

“Untuk rumah dinas guru, atapnya bocor dan dindingnya sudah tidak layak lagi,” tambah Ismawati.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah tenaga pengajar terpaksa tidak lagi menempati rumah dinas yang disediakan sekolah. Demi tetap menjalankan tugas mengajar, para guru memilih menyewa rumah milik warga di sekitar sekolah.

BACA JUGA:  ESSA PT PAU Kembali Donasikan 15 Oxigen Concentrator Kepada Pemda Banggai

Hingga kini, pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kondisi bangunan SMP 5 Satu Atap Batui, demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. (sal)