322 Peserta Ikuti Coaching Clinic BUMDes, Wabup Djira: Ini Langkah Strategis Bangun Desa

oleh

OBORMOTINDOK.CO.ID. Palu– Wakil Bupati Morowali Utara (Morut), H. Djira K., menegaskan pentingnya peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pilar utama dalam pengembangan ekonomi lokal dan kemandirian desa. Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Coaching Clinic Pembentukan Badan Hukum BUMDes yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara di Swiss-Belhotel Palu, Rabu (18/6/2025).

Dalam sambutannya, Wabup Djira menekankan bahwa legalitas BUMDes sebagai badan hukum bukan hanya memperkuat posisi hukum lembaga tersebut, tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap pendanaan, program pemerintah, dan kerja sama lintas sektor.

“Dengan status badan hukum, BUMDes tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga lebih siap untuk berkolaborasi dalam berbagai sektor dan memperoleh dukungan pendanaan yang lebih besar,” ujar Wabup Djira.

BACA JUGA:  Buka Ajang Balap Bergengsi, Gubernur Anwar Hafid Dukung Kemajuan Olahraga Otomotif

Kegiatan ini diikuti oleh 322 peserta yang terdiri dari kepala desa, perangkat desa, serta pengurus dan calon pengurus BUMDes se-Kabupaten Morowali Utara. Tujuannya adalah untuk memperkuat kelembagaan ekonomi desa dan memastikan seluruh BUMDes di Morut memiliki legalitas resmi yang sah, agar dapat aktif berperan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam pidato yang mewakili Bupati Morowali Utara, Wabup menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas manajerial dan administrasi pengelolaan BUMDes.

“Coaching Clinic ini bukan hanya soal formalitas. Ini adalah pondasi penting untuk membentuk BUMDes yang profesional, akuntabel, dan mampu bersaing. Harapannya, peserta dapat memahami proses pembentukan badan hukum BUMDes secara menyeluruh,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup Djira menyebutkan bahwa ke depan peran BUMDes akan menjadi semakin penting, khususnya dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dan penyediaan makanan bergizi gratis. BUMDes diharapkan mampu berperan aktif dalam produksi, distribusi, hingga penyediaan bahan pangan lokal yang melibatkan masyarakat desa.

Selain itu, Wabup juga menyampaikan sejumlah pencapaian pembangunan desa di Kabupaten Morowali Utara selama beberapa tahun terakhir, mencakup sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Djira memperkenalkan program unggulan Kabupaten Morowali Utara tahun 2025, yakni Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P3DK) dengan tagline “Gerbang Desa”. Melalui program ini, setiap desa akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 1 miliar, yang diperuntukkan untuk, Rp 700 juta untuk pembangunan infrastruktur desa, Rp 200 juta untuk pemberdayaan ekonomi kelompok produktif, Rp 50 juta untuk pelatihan perangkat desa, dan Jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat miskin dan rentan.

BACA JUGA:  Mobil Pick Up Bermuatan Sembako, Alami Kecelakaan

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Djira mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius dan menjadikannya sebagai momentum strategis dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Mari jadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa dan ujung tombak dalam menciptakan desa yang sehat, cerdas, sejahtera, dan tangguh dalam ketahanan pangan,” pungkasnya.

Dengan terselenggaranya Coaching Clinic ini, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap seluruh desa segera membentuk BUMDes berbadan hukum yang kuat, profesional, dan mampu menjadi mitra aktif dalam menyukseskan program-program nasional yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat desa. (sm)