Berhasil Paparkan Konsep Pembangunan Yang Lebih Baik, Palon ATFM Mulai Diserang Dengan Fitnah dan Hoax

oleh

OBORMOTINDOK.CO.ID. LUWUK – Paparan konsep peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah yang dipaparkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banggai Ammirudin dan Furqanudin Masulili dalam debat terbuka pasangan calon, Minggu (8/10/2020) mengundang banyak simpati publik.

Tema debat soal peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah yang dipaparkan Amirudin lebih memberikan gambaran soal optimisme pemimpin daerah. Pasca debat malam itu, dukungan dan suport dari berbagai kalangan terus mengalir kepada duet pasangan calon berlatar belakang pengusaha dan birokrasi itu.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrem dan Lonjakan Konsumsi Picu Inflasi, Pemprov Sulteng Siapkan Langkah Pengendalian

Akibatnya, pasangan calon nomor urut dua dalam Pilkada Banggai tersebut mulai mendapatkan fitnah dari berbagai kalangan. Fitnah paling kencang sejak debat itu berlangsung mulai disebarkan melalui media sosial dengan menggunakan akun palsu. Beragam cerita yang tidak sesuai kenyataan disebarluaskan berbagai pihak, mulai dari provokasi memecah persatuan Amirudin dan Furqanudin, hingga ejekan yang mengarah pada body shaming personal Amirudin, juga kian marak.

Calon Wakil Bupati Banggai Furqanudin Masulili menanggapi dingin hantaman fitnah dan hoax itu. Kata dia, tak sedikitpun pihaknya terganggu dengan uajaran kebencian dan fitnah yang dialamatkan kepada mereka. “Hanya kan kasian jika orang yang melakukan itu mendapatkan bayaran dengan cara melakukan hal yang tidak baik. Kasian keluarga mereka karena memakan sesuatu yang diperoleh dengan cara yang tidak baik,” kata Furqan.

BACA JUGA:  Sekolah Unggulan di Kota Palu di Serbu Calon Siswa Baru Yang Ingin Mendaftar

Sementara itu, Amirudin Tamoreka dalam berbagai kesempatan selalu menghimbau pendukungnya untuk tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan, tidak melakukan fitnah, ujaran kebencian dan bahkan hoax kepada pesaing dalam Pilkada. “Biarlah mereka melakukan itu, jika menurut mereka itu baik. Namun bagi kita, daerah ini tidak bisa dibangun dengan perasaan penuh kebencian, tidak bisa dibangun dengan terus menyebarkan hoax dan fitnah,” pungkasnya. (gt)