Diduga Ada Permainan Pada Proyek Swakelola SMA Negeri 1 Batui, Kepsek Dituding Tak Transparan

oleh

OBORMOTINDIK.CO.ID. LUWUK— Proyek pembangunan dan rehabilitasi SMA Negeri 1 Batui yang semestinya dikerjakan secara swakelola, kuat dugaan di borongkan kepada pihak ketiga.

Tak heran jika kebijakan itupun menjadi perbincangan dikalangan orang tua siswa.

Diketahui, sekolah tersebut mendapatkan Anggaran swakelola sebesar Rp. 3.070.799.000, dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulteng.

Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 1 Batui, Aspan Lasanang, mengungkapkan kalau kepala sekolah dan panitia pembanguan sekolah tidak melibatkan dirinya dalam menyusun dan merancang proyek tersebut.

Diakuinya, jika sebelumnya dia bersama kepala sekolah sebelumnya, ikut terlibat dalam merancang usulan pembangunan di sekolah, namun saat proyek tersebut dilaksanakan, sebagai orang tua siswa yang juga Komite Sekolah, dia tidak dilibatkan.

BACA JUGA:  Survei SMRC: PDI Perjuangan Masih Teratas

“Kami komite disebut sebagai pengawas pada proyek sekolah itu, tetapi selama ini kami tidak pernah tau, karena kami tidak pernah mendapatkan undangan dari sekolah,” katanya.

Jika memang pihak sekolah seperti itu tambah Aspan, dirinya sebagai komite sekolah, kita akan meminta pertanggungjawaban kepala sekolah terkait proyek swakelola itu nantinya.
Jika pada pelaksanaannya di lapangan terdapat kesalahan maka kami sepakat melayangkan protes dan melaporkan proyek tersebut.

BACA JUGA:  Bupati Banggai: Hari Ibu adalah Bentuk Penghargaan Negara kepada Perempuan dari Masa ke Masa

Meskipun kesal dengan sikap pihak sekolah, Aspan berharap agar pembangunan sekolah, tetap dikerjakan dengan baik dan tidak asal kerja, sebab hampir 35 tahun lebih, barulah ada anggaran sebesar itu turun di SMAN 1 Batui.

“Sayang jika tidak dimanfaatkan dengan baik anggaran sebesar itu, cukup lama 35 tahun kami menunggu barulah ada lagi anggaran sebesar itu, kami harap proyek pekerjaan tidak asal kerja dan harus melibatkan guru-guru dan tenaga kerja local yang ada di batui,” tandasnya.

BACA JUGA:  Usai Mencuri Laptop, Pemuda Di Luwuk Di Ciduk Timsus Polres Banggai

Sementara itu, salah satu sumber yang namanya engan disebut namanya mengatakan, jika pada pelaksanaannya, kepala sekolah tidak transparansi mengenai anggaran disetiap item proyek sekolah tersebut.

Sebelumnya Rosit sebagai Ketua panitia pembangunan menjelaskan, dari anggaran Rp 3 miliyar dialokasikan untuk rehab 7 bangunan yakni, rehab kantor, rehab ruang kepala sekolah, rehab ruang kelas, ruang UKS, dan Ruang BK, dan juga 4 bangunan baru masing-masing ruang guru, lab biologi, fisika, dan ruang Osis.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batui.(aa)