OBORMOTINDOK.CO.ID. Palu– Fakultas Sains dan Teknologi (FSaintek) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mendorong Program Studi Teknik Sipil untuk berperan aktif dalam pemetaan tanah wakaf di Sulawesi Tengah. Langkah ini dilakukan guna mempercepat legalitas serta memberikan kepastian hukum terhadap aset umat.
Dekan FSaintek, Dr. Gani Jumat, menegaskan bahwa keterlibatan akademisi, khususnya Prodi Teknik Sipil, sangat penting dalam mengamankan tanah wakaf melalui pemetaan yang akurat.
“Prodi Teknik Sipil harus berkontribusi nyata dalam membantu pemetaan tanah wakaf sebagai upaya menjaga aset umat,” ujarnya di Palu, Sabtu.
Dorongan tersebut sejalan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FSaintek UIN Datokarama dan Kanwil BPN/ATR Provinsi Sulawesi Tengah pada 1 April 2026.
Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia, pelaksanaan magang dan pelatihan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pemetaan tanah wakaf. Proses pemetaan dilakukan melalui pengambilan titik koordinat (geotagging), foto satelit menggunakan drone, serta sistem pemetaan digital (GIS) untuk mendukung sertifikasi resmi.
Menurut Gani Jumat, kerja sama ini menjadi landasan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam memperkuat program perwakafan sekaligus mencegah potensi sengketa lahan.
“Keterlibatan Teknik Sipil juga menjadi tanggung jawab moral dalam membantu menyelesaikan persoalan batas tanah wakaf yang selama ini kerap tidak jelas,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi pemetaan presisi diharapkan mampu memastikan setiap bidang tanah wakaf memiliki data spasial yang akurat dan sah secara hukum, sehingga perlindungan terhadap aset umat dapat terjamin. (mar)





