OBORMOTINDOK.CO.ID. Magelang– Memasuki hari ketiga Retret Pembekalan Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, para peserta menjalani sesi ibadah dengan penuh khidmat pada Minggu (23/02).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program pembekalan kepemimpinan yang berlangsung selama delapan hari, mulai 21 hingga 28 Februari 2025.
Sejak pagi, Bupati Morowali Utara, Delis J. Hehi, menghadiri ibadah di Gereja GBI Keluarga Allah yang berlokasi di Jl. Panembahan Senopati No.7, Jurangombo Utara.
Sementara itu, peserta lainnya melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing di tempat yang telah disediakan.
Dalam keterangannya, Bupati Delis menekankan pentingnya sesi ibadah dalam rangkaian kegiatan retret ini.
“Dari pagi tadi, setelah apel hingga pukul 10.00 WIB, seluruh peserta diberikan waktu untuk menjalani ibadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing,” ujarnya.
Usai sesi ibadah, para kepala daerah mengikuti paparan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Materi yang disampaikan berfokus pada strategi kepemimpinan dan ketahanan daerah, dengan membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam pemerintahan, termasuk kebijakan publik, pembangunan berkelanjutan, serta stabilitas politik dan keamanan.
Pada sesi ini, para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi serta berbagi pengalaman dalam mengelola pemerintahan di wilayah masing-masing. Interaksi ini diharapkan dapat memperkaya wawasan serta memberikan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan di daerah.
Pada malam harinya, Menteri Keuangan Sri Mulyani dijadwalkan memberikan pemaparan terkait efisiensi anggaran dan pengelolaan keuangan daerah. Materi ini menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan, mengingat kepala daerah dihadapkan pada tantangan menyeimbangkan anggaran pembangunan dengan prinsip efisiensi dan transparansi.
Di tengah padatnya rangkaian kegiatan, Bupati Delis menyampaikan kesannya terhadap retret ini.
“Kegiatan ini memberikan ketenangan dan menjadi momen refleksi bagi kami semua,” ungkapnya.
Retret Pembekalan Kepala Daerah ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas kepemimpinan, tetapi juga memperkuat jaringan dan solidaritas antar kepala daerah dari berbagai wilayah.
Melalui sesi diskusi dan pembekalan, diharapkan para pemimpin daerah dapat membawa wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pemerintahan masing-masing guna meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.** (teguh)






