Inflasi Banggai Naik 5,92 Persen, Pemkab Gelar HLM Jelang Ramadan dan Imlek

oleh
Penulis: Rilis  |  Editor: Redaksi
Pemerintah Kabupaten Banggai melalui TPID dan Satgas Saber Pangan menggelar Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Kamis (12/2/2026)

OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Saber Pangan menggelar Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Umum Kantor Bupati Banggai, Kamis (12/2/2026).

Mengusung tema “Jaga Stabilitas Inflasi Jelang Ramadan dan Tahun Baru Imlek”, kegiatan ini bertujuan memperkuat langkah-langkah strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga pangan dan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga daya beli tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.

Berdasarkan data Januari 2026, inflasi di Kabupaten Banggai mengalami kenaikan dari 4,9 persen (year on year) pada Desember menjadi 5,92 persen. Di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, posisi ini menempatkan Banggai sebagai daerah dengan inflasi tertinggi kedua setelah Tolitoli yang mencatatkan angka di atas 6 persen.

BACA JUGA:  Rakor Tata Kelola Perkebunan Kelapa Sawit di Sulteng, Bagini Pesan Gubernur  

Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, terlebih memasuki Februari yang bertepatan dengan momentum hari-hari besar keagamaan.

Mewakili Bupati Banggai, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si., menjelaskan bahwa inflasi month to month atau bulanan di Banggai relatif stabil di angka 0,07 persen.

“Untuk inflasi year on year masih didominasi oleh kelompok makanan dan minuman, dengan beras sebagai penyumbang utama. Faktor kedua adalah perawatan pribadi, seperti kenaikan harga emas di pasaran yang terus berlanjut, sehingga turut mendorong inflasi secara keseluruhan,” ujarnya.

Sebelumnya, TPID dan Satgas Saber Pangan telah melakukan inspeksi pasar. Hasilnya, beberapa komoditas memang mengalami kenaikan harga, namun masih dalam batas terkendali. Ketersediaan stok bawang, cabai, dan tomat dipastikan cukup untuk dua bulan ke depan.

BACA JUGA:  Turnamen Smes Cup Resmi Ditutup. Epa Frans : Kegiatan Ini Bertujuan Sebagai Ajang Pencarian Bakat

Pemantauan dilakukan secara harian maupun bulanan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga.

“Jika terjadi kelangkaan di pasar, pemerintah daerah siap mengambil langkah seperti menyubsidi transportasi dari daerah produsen komoditas terkait, sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Sekda Banggai.

Satgas Saber Pengendalian Harga Pasar kini telah terbentuk dan dipimpin langsung oleh Reskrim Polres Banggai. Tim ini memiliki kewenangan mengambil tindakan cepat terhadap pedagang atau distributor yang terbukti melanggar aturan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.

Selain itu, pemerintah pusat juga menginstruksikan daerah untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah menjelang bulan puasa dan Lebaran. Kabupaten Banggai akan menggelar pasar murah sebanyak 10 kali, dimulai pada 14 Februari hingga tiga hari sebelum Lebaran (H-3).

BACA JUGA:  Didampingi Istri, Furqanudin Bersilaturrahmi Ke Istana Ir Amirudin di Moilong

“Mudah-mudahan semua kebutuhan ini tersedia setidaknya selama dua bulan ke depan. Pasokan pangan di Kabupaten Banggai dinilai aman, sementara kebutuhan listrik dan air bagi masyarakat juga dipastikan tercukupi dengan baik. Hal ini bertujuan mencegah keresahan masyarakat, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan,” kata Ramli.

Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan langkah-langkah preventif dan terkoordinasi, Pemerintah Kabupaten Banggai optimistis mampu mengendalikan inflasi serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang periode puncak permintaan.**