Ini Tentang Dana 3 M, Dinkes Dituding Hanya Habiskan Anggaran DBH Kurang Bayar

oleh
Suasana rapat paripurna penyampaian LKPJ 2020 oleh Bupati Banggai, Herwin Yatim

OBORMOTINDOK.CO.ID. Luwuk- Cuitan Herwin Yatim tentang pengadaan Masker untuk digunakan pada Pilkada Banggai 2020 lalu, ternyata terus menjadi perbincangan srius dihampir semua kalangan publik saat ini.

Bagaimana tidak, angka yang digelontorkan daerah untuk pengadaan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) tersebut sekitar Rp. 3 miliar. Dengan angka yang terbilang sangat fantastis itu, sehingga Dinas Kesehatan yang di pimpin Dr. Anang S. Otoluwa, terus mendapat sorotan.

Terungkapnya angka sebesar Rp. 3 miliar untuk pengadaan masker tersebut bermula dari agenda Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati tahun 2019-2020, di Kantor DPRD Banggai, Selasa (6/4/2021).

BACA JUGA:  Pangkalasean Dihantam Banjir, Puluhan Rumah Terendam

Diakhir masa jabatannya, Herwin Yatim (HY) sebagai Bupati Banggai, masih dalam suasana rapat paripurna tersebut, sempat mengungkap kalau ada anggaran sebesar itu dialokasikan ke Dinas Kesehatan, untuk pembelian masker untuk digunakan pada hari pencoblosan 9 Desember 2020 lalu.

Tapi pada kenyataanya, HY sendiri mengakui kalau dia bersama keluarganya saat mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS), tidak mendapatkan masker gratis melainkan harus membawa sendiri dari rumah.

“Ada anggaran 3 miliar dialokasikan untuk pengadaan masker di dinas kesehatan. Tapi buktinya, saya dan keluarga saat ke TPS, membawa masker sendiri,” keluh HY saat itu.

Kasus pengadaan masker ternyata ramai diperbincangkan. Tidak hanya kalangan tertentu saja, tapi merembes sampai di dunia maya. Itu terlihat pada postingan akun Face Book (FB) @A’teNgkorak. Sesuai pada rilis BANGGAINEWS.COM, tentang klaim pihak Dinkes atas pengadaan masker yang dikelola melalui dana penanganan covid19, ternyata ditanggapi beragam oleh warga net.

akun @Winarso Saida, Yg namanya kejahatan. Yg namanya kebohongan. Yg namanya manipulasi dan yg namanya korupsi. Semuanya akan terungkap dn terbuka pd saatnya, ikuti saja episodenya, insya allah kita masih bisa menyaksikannya, klo ALLAH mau mengangkat derajat dan menghinakan seseorang, tidak ada yang bisa menghalanginya.

BACA JUGA:  IPPMST Malang Gelar Webinar Nasional Dengan Tema Budaya Sulteng

Akun @Syafrudin Husain, ini juga sdh pernah ditanyakan pada rapat banggar akhir tahun 2020, yang jelas tidak ada permintaan KPU kepada Dinkes untuk pengadaan masker pada saat pileg 2020, terkesan dinkes hanya mau kejar untuk habiskan anggaran DBH kurang bayar yang dialokasikan sekitar 70 M yg pernah sy katakan di rapat bahwa anggaranya lewat jendela.

Sedangkan pada rilis tersebut juga, diberitakan kalau sekretaris KPU Sahrul Saluki membantah bahwa, pengadaan APD seperti masker menjelang pemilihan serentak tahun 2020 kemarin menggunakan anggaran lembaga mereka sendiri.(ac)