OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI— Upaya besar Pemerintah Kabupaten Banggai untuk meningkatkan layanan kesehatan memasuki babak baru. Pada Jumat (14/11/2025), Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP) Dinas PUPR Banggai menggelar Seminar Pendahuluan Pengembangan RSUD Luwuk di Hotel Santika Luwuk. Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan perencanaan rumah sakit rujukan utama di daerah.
Acara dibuka oleh Plt. Kepala Dinas PUPR Banggai, I DW Gede Supatriagama, yang menekankan bahwa perencanaan pengembangan RSUD Luwuk merupakan bagian dari visi “Gerbang Sehat”.
“Pembangunan ini harus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. RSUD Luwuk akan menjadi rumah sakit rujukan dengan layanan berkualitas,” ujarnya.
Dewa mengungkapkan, hasil analisis awal menunjukkan proyek konstruksi memerlukan waktu lebih dari 12 bulan sehingga akan menjadi proyek multiyears. Sesuai PP Nomor 12 Tahun 2019, seluruh perencanaan harus mendapat persetujuan Kepala Daerah dan DPRD.
PUPR meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan RSUD dapat berjalan sesuai rencana.
Seminar diikuti berbagai institusi strategis, termasuk, Dinas Kesehatan Banggai, Manajemen RSUD Luwuk, Bappeda Banggai, BPKAD Banggai, DLH Banggai, Setda Banggai (Bagian Pembangunan & UKPBJ), Konsultan PT IKBATEK Kosong Empat, Tim Teknis PBIP dan Universitas Tompotika dan Universitas Muhammadiyah Luwuk.
Kehadiran banyak pihak ini menunjukkan bahwa pengembangan RSUD Luwuk merupakan proyek besar dan prioritas daerah.
Plt. Direktur RSUD Luwuk, dr. Budiyanto Uda’a, menegaskan bahwa rumah sakit kini menjadi rujukan utama masyarakat Banggai dan daerah sekitar.
Jumlah kunjungan pasien terus meningkat, layanan spesialistik semakin kompleks, dan kapasitas bangunan lama tak lagi memadai.
“Pengembangan ini mendesak agar RSUD Luwuk bisa mencapai standar layanan modern dan mewujudkan pelayanan terpadu satu pintu (one stop service),” ungkapnya.
Konsultan perencana PT IKBATEK Kosong Empat memaparkan sejumlah konsep modern, antara lain: Green Hospital, Smart Hospital, Hospital Healing Environment, Mall Hospital dan Desain berwawasan mitigasi bencana.
Bangunan direncanakan 7 lantai + basement dengan total luas 19.499 m², menggunakan konsep massa tunggal yang efisien, modern, dan terintegrasi.
Target pengembangan RSUD Luwuk meliputi: Penambahan kapasitas rawat inap, Perluasan IGD dan layanan intensif, Fasilitas diagnostik berteknologi tinggi, Penataan kawasan yang ramah pasien dan efektif, Penguatan fungsi sebagai rumah sakit rujukan regional
Kepala Bidang PBIP, Ir. I Putu Jati Arsana, menegaskan bahwa seminar ini menjadi ruang koordinasi awal agar perencanaan benar-benar sesuai kebutuhan dan tantangan di lapangan.
PBIP PUPR Banggai berharap proses perencanaan berjalan optimal dan menghasilkan dokumen teknis berkualitas sebagai fondasi pembangunan RSUD Luwuk yang modern, berstandar tinggi, dan siap menjawab kebutuhan layanan kesehatan jangka panjang masyarakat Banggai.**






