Petugas Puskesmas Batui Layani Pasien dengan Baju Adat Nusantara, Simbol Pelayanan Tanpa Diskriminasi

oleh
Penulis: Gufran Sabudu  |  Editor: Redaksi

OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Suasana berbeda tampak di Puskesmas Batui pada Selasa (19/8/2025). Seluruh petugas kesehatan mengenakan baju adat Nusantara saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Langkah ini menjadi simbol bahwa Puskesmas Batui berkomitmen memberikan layanan tanpa membeda-bedakan pasien berdasarkan suku, agama, ras, golongan, maupun gender.

Kepala Puskesmas Batui, Hj. Shanty Tulardi, SKM., MM., menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan secara adil dan merata untuk semua masyarakat tanpa melihat status sosial.

BACA JUGA:  Atasi Stunting, BKKBN Sulteng Audiensi dengan Bupati Sofyan Kaepa 

“Penggunaan baju adat Nusantara saat bertugas mencerminkan prinsip pelayanan kesehatan di Puskesmas Batui yang tidak memandang latar belakang pasien. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat tanpa pandang bulu,” ujarnya kepada wartawan.

Senada dengan itu, Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Batui, Joko Susilo, SKM., menyampaikan bahwa gagasan ini lahir dari kepemimpinan yang visioner dan berpihak pada kemajuan pelayanan publik.

BACA JUGA:  KSP Ajak Klasis Pamona Utara Terlibat Aktif Sukseskan Program Jokowi

“Petugas kesehatan merupakan ujung tombak keberlangsungan kesehatan masyarakat. Melalui penggunaan baju adat Nusantara, kami ingin menegaskan netralitas dalam pelayanan kepada seluruh elemen masyarakat, tanpa membeda-bedakan latar belakang,” kata Joko.

Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Joko juga menuliskan pesan reflektif tentang keberagaman.

BACA JUGA:  Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Tugaskan Belasan Ribu Mahasiswa Mengajar di SD dan SMP

“Sebuah perbedaan jika digunakan dengan baik pada sisi positif maka akan menjadi kebaikan. Bahkan, pelayanan kepada masyarakat yang belum fasih berbahasa Indonesia pun tidak akan menjadi kendala di Puskesmas Batui,” tulisnya.

Langkah kreatif ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena tidak hanya memperlihatkan semangat kebersamaan dalam keberagaman, tetapi juga memperkuat prinsip pelayanan kesehatan yang setara dan inklusif bagi semua warga. (sal).