OBORMOTINDOK.CO.ID. PALU– Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, mulai menyusun program strategis untuk tahun anggaran 2027 dengan menitikberatkan pada implementasi visi perguruan tinggi serta optimalisasi capaian program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Wakil Rektor UIN Datokarama Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Prof Hamlan, menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bagian dari upaya percepatan dalam mewujudkan kampus sebagai pusat integrasi ilmu pengetahuan berbasis Mutiara Keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang unggul di tingkat Asia.
“Langkah ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya akselerasi untuk menjadikan UIN Datokarama sebagai pusat integrasi ilmu pengetahuan berbasis Mutiara Keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang unggul di level Asia,” ujar Prof Hamlan di Palu, Rabu (8/4/2026).
Saat ini, UIN Datokarama tengah menggelar Rapat Kerja dengan tema “Penguatan Distingsi Kelembagaan Menuju Indonesia Emas 2045.” Dalam forum tersebut, panitia membentuk sepuluh komisi yang membahas berbagai program strategis, mulai dari tingkat universitas, fakultas, pascasarjana, hingga lembaga dan unit pelaksana teknis.
Hasil pembahasan dari masing-masing komisi nantinya akan dirumuskan dan disahkan dalam rapat kerja sebagai bagian dari arah kebijakan pengembangan kampus ke depan.
Prof Hamlan menjelaskan, alokasi anggaran UIN Datokarama akan difokuskan pada implementasi program prioritas yang sejalan dengan target rencana strategis. Selain itu, penguatan dan peningkatan mutu akademik juga menjadi perhatian utama guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi serta kualitas lulusan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Hamka, menekankan pentingnya menonjolkan ciri khas atau distingsi UIN Datokarama dibandingkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) lainnya maupun perguruan tinggi umum.
“Salah satu ciri khas yang membedakan yaitu penguatan terhadap Islamic Studies,” ungkap Hamka.
Ia menambahkan, dalam rangka mengoptimalkan implementasi visi kampus serta mendukung asta protas Kementerian Agama RI, peran Ma’had Aljamiah perlu dimaksimalkan sebagai bagian dari pembentukan distingsi kelembagaan.
Selain itu, penguatan implementasi konsep Mutiara Keilmuan juga menjadi pembeda utama UIN Datokarama dengan PTKIN lainnya di Indonesia.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr Faisal Attamimi, menyampaikan bahwa program beasiswa diarahkan untuk mendukung penguatan distingsi tersebut.
Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), misalnya, difokuskan bagi mahasiswa yang menempuh studi di program studi unggulan. Sementara itu, berbagai skema beasiswa lainnya juga diarahkan untuk membantu mahasiswa sekaligus memperkuat identitas dan keunggulan UIN Datokarama. (mar)





