Tangani Limbah Domestik, PUPR Banggai Percepat Pembangunan Tangki Septik dan Fasilitas Sanitasi Desa 

oleh
Penulis: Ris  |  Editor: Redaksi
Kepala Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom, saat meninjau pembangunan tangki septik skala individual perdesaan plus bilik desa di sejumlah desa di Kabupaten Banggai. (Dok Ist)

OBORMOTINDOK.CO.ID. Luwuk— Dinas PUPR Banggai terus menggenjot pembangunan tangki septik skala individual perdesaan plus bilik desa, di sejumlah desa di Kabupaten Banggai.
Bahkan, Dinas PUPR Banggai segera menuntaskan kegiatan pembangunan jamban itu.

Kepala Bidang AMAL Dinas PUPR Banggai, Christopel Satolom, mengatakan, saat ini pembangunan jamban tersebut sudah mendekati rampung. Realisasi anggaran pun sudah dicairkan untuk termin terakhir.

BACA JUGA:  Sekda Novalina Tegaskan OPD Harus Proaktif dalam Pemeriksaan BPK

“Pembangunan jamban ini berjalan lancar dan tidak ada kendala,” katanya.

Pembangunan tangki septik skala individual perdesaan, lengkap dengan bilik desa, dilaksanakan di 11 desa, yakni Desa Pasir Lamba, Kamiwangi, Sindang Sari, Kecamatan Toili Barat; kemudian Desa Cendana Kecamatan Toili dan Desa Marga Kencana Kecamatan Toili Jaya.

BACA JUGA:  Tahun Ini Pemda Alokasikan Anggaran Rp1,3 Miliar Untuk Perjalanan Keluar Negeri

Lainnya dibangun di Desa Taima dan Desa Longkoga Kecamatan Bualemo. Selanjutnya di Desa Siuna dan Tongkonunuk Kecamatan Pagimana, Desa Niu Bulan Kecamatan Lobu dan Desa Demangan Jaya, Kecamatan Bunta.

Paket proyek yang dilaksanakan swakelola oleh Dinas PUPR Banggai ini didanai dengan anggaran bervariasi, mulai dari paling rendah Rp 60 juta hingga paling besar Rp 150 juta.

BACA JUGA:  Sarankan Pemda Gandeng Untika, Pernyataan Ketua Komisi 1 DPRD Dituding Lecehkan Unismuh Luwuk

Dinas PUPR Banggai mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tangki septik skala individual perdesaan, lengkap dengan bilik desa.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung penanganan stunting di Kabupaten Banggai melalui kegiatan pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah domestik di wilayah kabupaten. ***