OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Sejumlah warga di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, kembali mengeluhkan maraknya hewan ternak yang tidak dikontrol dan dibiarkan berkeliaran bebas di lingkungan permukiman dan perkebunan. Kondisi ini dinilai meresahkan karena tidak hanya merusak tanaman warga, tetapi juga mengganggu pengguna jalan.
Hewan ternak yang diduga milik sejumlah peternak di wilayah Batui tersebut kerap masuk ke area kebun warga dan merusak tanaman yang baru ditanam. Bahkan, keberadaan ternak di jalan umum juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Salah satu warga Kelurahan Tolando, Kecamatan Batui, Nhawi, yang memiliki area perkebunan di Desa Uso, mengaku kerap dirugikan akibat ulah ternak yang berkeliaran bebas. Ia menyebut, sapi-sapi tersebut sering masuk ke kebunnya, merusak pagar, dan hampir menghabiskan tanaman yang belum lama ditanam.
“Dengan adanya sapi-sapi yang terus berkeliaran, tanaman kami dipastikan tidak menghasilkan panen yang maksimal. Kami sebagai pemilik lahan sangat resah dan terganggu dengan kondisi ini,” ujar Nhawi saat dikonfirmasi, Senin (6/4/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Uso, Nasrullah A. Uka, menyampaikan bahwa pihak pemerintah desa akan segera mengambil langkah penertiban terhadap hewan ternak yang mengganggu warga.
“Dalam waktu dekat, kami bersama BPD Uso akan melakukan penertiban hewan ternak serta memberikan pemahaman kepada pemilik ternak agar lebih tertib dalam pengelolaannya,” jelas Nasrullah.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di sejumlah lokasi di Kecamatan Batui, bukan hanya ternak sapi yang meresahkan warga. Ternak kambing juga dilaporkan sering mengganggu aktivitas masyarakat.
Salah satunya terjadi di kawasan Komplek Pekuburan Cina, Kelurahan Balantang. Di lokasi tersebut, gerombolan kambing kerap melintas hingga menyebabkan gangguan di sekitar area pemakaman. Bahkan, belum lama ini terjadi kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu oleh keberadaan ternak kambing di jalan.
Warga pun berharap Pemerintah Kecamatan Batui dapat mengambil langkah tegas dengan memberikan sanksi kepada pemilik ternak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, warga juga meminta agar para peternak segera menyediakan kandang yang layak, sehingga kejadian ternak merusak kebun maupun mengganggu pengguna jalan tidak terulang kembali. (sal)





