Tiga Perusahana di Morowali Utara Raih Penghargaan Wajib Pajak Terbaik Tahun 2022 dari Direktorat Jenderal Pajak

oleh

OBORMOTINDOK.CO.ID. MORUUT– Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memberikan penghargaan kepada tiga perusahaan di Kabupaten Morowali Utara, (Morut), sebagai pembayar pajak terbaik tahun 2022.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Gunbuster Nickel Industry, PT. Hoffmen International, dan PT. Itamatra Nusantara, yang bergerak di sektor pertambangan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Morut H. Djira dan Sekda Morut Musda Guntur, serta disaksikan oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Poso Matheus Setiyono Ak. MA., pada acara Tax Gathering untuk sosialisasi perpajakan yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Morut di Kolonodale, pada Rabu (22/2) pagi.

BACA JUGA:  Jelajahi Keindahan Alam Morut: Lebih dari 900 Peserta Ikuti Lomba Combat Trail Part 2

Kepala KPP Pratama Poso, Matheus Setiyono, mengucapkan terima kasih kepada para wajib pajak di Morowali Utara karena telah memberikan kontribusi signifikan sehingga target penerimaan pajak tahun 2022 jauh melampaui target.

BACA JUGA:  Bupati Banggai Tekankan, PNS Harus Jadi Contoh Bagi Masyarakat Untuk Taat Pajak

Target penerimaan pajak 2022 di KPP Pratama Poso yang meliputi Kabupaten Poso Morowali Utara dan Morowali adalah Rp2,8 triliun, dan dapat direalisasikan sebesar Rp3,2 triliun.

Sementara itu, Wabup Morut H. Djira menyatakan bahwa ketaatan wajib pajak dalam membayar pajak akan memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan daerah yang bersumber dari dana transfer pemerintah pusat, seperti dana bagi hasil (DBH).

Hal ini dibuktikan dengan penerimaan DBH Morut tahun 2022 yang ditargetkan sebesar Rp71 miliar, dapat teralisasi sebesar Rp119 miliar.

BACA JUGA:  Gerindra Tolak Laporan Pansus Angket BOK, Risal Arwie : Itu Hak Politik Namun Terkesan Aneh 

Dana-dana pendapatan daerah tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui berbagai macam program seperti pembangunan jalan dan jembatan, rumah sakit dan puskesmas, sekolah-sekolah, beasiswa untuk seluruh mahasiswa, bantuan Rp300 juta/desa untuk pelaku usaha, dan banyak program lainnya guna mewujudkan masyarakat Morut yang sehat, cerdas, dan sejahtera (SCS). (MC)