Warga Geram Pelabuhan Tumpe Jadi Tempat Sampah dan Pesta Miras

oleh
Penulis: Gufran Sabudu  |  Editor: Redaksi

OBORMOTINDOK.CO.ID. Batui– Tumpukan sampah di kawasan Pelabuhan Tumpe, Kecamatan Batui, terus meningkat setiap harinya dan menuai keluhan dari warga. Kondisi ini dinilai kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.

Salah satu warga Batui, Roesly Mingkoenk, menyoroti lambannya penanganan masalah sampah di area pelabuhan tersebut. Menurutnya, Pelabuhan Tumpe memiliki nilai sakral yang seharusnya dijaga kebersihannya.

BACA JUGA:  Dari Upacara Hari Kemerdekaan di Kilang DSLNG, Kemerdekaan Sejati: Hidup dan Bekerja dengan Aman, Sehat, dan Bermartabat 

“Saya sangat menyayangkan, pelabuhan Tumpe yang setiap tahun digunakan untuk kegiatan sakral justru dijadikan tempat pembuangan sampah. Pemerintah kelurahan harus rutin melakukan pengawasan, dan bila perlu memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sana,” tulis Roesly melalui pesan singkat, Selasa (9/9/2025).

Menanggapi hal itu, Lurah Batui, Hasman M. Agama, menegaskan pihaknya bersama aparat kelurahan rutin melakukan pengawasan kebersihan wilayah, termasuk Pelabuhan Tumpe. Namun, ia mengakui bahwa aksi pembuangan sampah kerap dilakukan pada malam hari sehingga sulit mengetahui pelakunya.

BACA JUGA:  Komisi I DPRD Banggai Turun Monev

“Kami sering melakukan monitoring di titik-titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah. Pembuangan sampah di Pelabuhan Tumpe dilakukan pada tengah malam, sehingga pelakunya belum teridentifikasi. Jika nanti kami mengetahui identitasnya, kami akan memberikan sanksi tegas,” ujar Hasman.

BACA JUGA:  DPRD Banggai Tegaskan Hak 15 Gaji Honorer Damkar Harus Bayar

Informasi yang dihimpun media ini juga menyebutkan bahwa selain menjadi lokasi pembuangan sampah, Pelabuhan Tumpe sering dijadikan tempat pesta minuman keras oleh sejumlah muda-mudi pada malam hingga dini hari.

Masyarakat berharap pemerintah, lembaga adat, dan pihak terkait dapat memperketat pengawasan di kawasan pelabuhan agar terhindar dari aktivitas yang merusak lingkungan dan merugikan kepentingan bersama. (sal)