OBORMOTINDOK.CO.ID. Banggai– Proyek pengaspalan di kawasan Pasar Rakyat Batui, Kelurahan Balantang, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Warga menilai pekerjaan yang dilakukan kontraktor pelaksana terkesan dipaksakan dan diduga mengabaikan kualitas.
Seorang warga Batui, Mukarram Hasanuddin, mengungkapkan bahwa proses pengaspalan dilakukan pada malam hari tanpa terlihat adanya pengawasan dari pihak terkait. Akibatnya, hasil pekerjaan dinilai kurang maksimal karena ditemukan sejumlah titik jalan yang bergelombang dan tidak padat.
“Pada Kamis malam (8/1/2026), proyek pengaspalan di Pasar Batui dikerjakan, namun yang saya lihat tidak ada pengawas di lokasi. Hasilnya juga tidak sesuai harapan masyarakat dan pedagang karena masih banyak bagian yang tidak padat dan bergelombang,” ujar Mukarram, Senin (12/1/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang Pasar Rakyat Batui, Welly Wuniarto. Ia mengatakan, ketebalan aspal yang minim membuat banyak pengendara roda dua kesulitan saat parkir.
“Karena aspalnya tipis, banyak standar motor terperosok ke dalam aspal. Akhirnya pengunjung harus menggunakan potongan papan sebagai alas supaya motor bisa berdiri. Ini tentu menyulitkan saat bongkar muat barang,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan media di lokasi, panjang jalan yang telah diaspal di dalam kawasan pasar diperkirakan belum mencapai 100 meter. Bahkan, masih terdapat sekitar 20 meter jalan yang belum tersentuh pengaspalan.
Salah satu ojek di Batui, Acank, mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek memang baru dilakukan sepanjang kurang lebih 100 meter karena material aspal disebut belum tersedia.
“Sepertinya masih mau dilanjutkan, tapi sekarang material aspal belum ada. Jadi baru sekitar 100 meter yang dikerjakan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana proyek pengaspalan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga atas kualitas pekerjaan tersebut. (sal)






