34 Narapidana Terorisme Berikrar Setia Kepada NKRI

oleh
Tangkapan Layar Narapidana Pidana Berikrar Setia Kepada Pancasila dan NKRI.

OBORMOTINDOK.CO.ID – Sedikitnya 34 narapidana tindak pidana terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya berjanji untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan akan melindungi segenap Tanah Air Indonesia dari segala tindakan-tindakan aksi terorisme yang dapat memecah belah persatuan Indonesia,” kata narapidana tindak pidana terorisme Ahmad Fauzan Al Anshori, selaku pemandu ikrar setia NKRI yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Humas Ditjenpas, dan dipantau dari Jakarta, Selasa, 9 November 2021.

BACA JUGA:  Empat Program Unggulan Siap Dijalankan Koperasi Merah Putih Kelurahan Batui

Dalam ikrarnya, warga binaan pemasyarakatan itu berikrar bahwa mereka akan melepaskan baiat terhadap amir mana pun, dan/atau melepaskan diri dari amir organisasi jihadis radikal lainnya.

Baiat adalah mengucapkan sumpah setia kepada seorang pemimpin. Dalam hal ini, warga binaan pemasyarakatan melepaskan sumpah setia mereka terhadap pemimpin tindak pidana terorisme maupun organisasi berkait.

“Saya menyesali kesalahan yang telah saya lakukan dan tidak akan bergabung dengan amir kelompok teroris lainnya yang terlibat dan menyetujui aksi teror di mana pun di dunia ini,” tutur Ahmad Fauzan ketika melanjutkan ikrar setia NKRI.

Semua narapidana tindak pidana terorisme yang mengucapkan ikrar mengatakan bahwa pernyataan tersebut mereka sampaikan bukan, karena sedang dalam tekanan ataupun menerima paksaan dari pihak mana pun.

BACA JUGA:  Diduga Dendam Lama, Pemuda Toiba Tewas Tertikam

“Tetapi karena saya telah menyadari bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tidak bertentangan dengan Islam dan pemahaman agama yang saya yakini,” katanya.

Ketika menyatakan ikrar, Ahmad Fauzan didampingi oleh rohaniawan dan diikuti oleh 33 narapidana tindak pidana terorisme lainnya.

Prosesi pernyataan ikrar lantas dilanjutkan dengan prosesi penghormatan dan penciuman Bendera Merah Putih yang dilakukan oleh seluruh narapidana tindak pidana terorisme yang berikrar. *

Sumber: Antara