Enam Kecamatan Ikuti Musrenbang Tahap II, Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Prioritas Banggai

oleh
Penulis: Rilis  |  Editor: Redaksi
Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P., bersama Wakil Bupati Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., menghadiri Musrenbang RKPD Tahap II Tahun 2026 di Kecamatan Lamala, Selasa (24/2/2026).

OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Pemerintah Kabupaten Banggai terus memperkuat perencanaan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahap II. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Banggai Tahun 2027.

Musrenbang Tahap II tersebut dibuka pada Selasa, 24 Februari 2026, di Kecamatan Lamala yang bertindak sebagai tuan rumah. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P., bersama Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., serta didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain Kecamatan Lamala, Musrenbang ini juga diikuti oleh lima kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Mantoh, Masama, Balantak Selatan, Balantak, dan Balantak Utara, yang bersama-sama menyampaikan usulan pembangunan sebagai bahan penyusunan RKPD tahun 2027.

BACA JUGA:  Wujudkan Program Bosque, Polsek Batui Berbagi Sembako Pada Warga Kurang Mampu

Berdasarkan data usulan yang disampaikan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Kecamatan Lamala mengajukan 134 usulan, dengan 128 usulan telah terverifikasi. Kecamatan Masama mengajukan 235 usulan, dengan 190 usulan terverifikasi. Kecamatan Mantoh memasukkan 148 usulan, dengan 135 usulan diterima. Kecamatan Balantak Selatan mengajukan 74 usulan, dengan 68 usulan diterima. Kecamatan Balantak mengusulkan 159 program, dengan 121 usulan terverifikasi, sementara Kecamatan Balantak Utara memasukkan 62 usulan, dengan 54 usulan telah terverifikasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., menegaskan bahwa Musrenbang Tahun 2026 merupakan momentum strategis dalam mewujudkan target pembangunan jangka menengah daerah.

“Kita tidak boleh lagi hanya terjebak pada pembangunan fisik yang bersifat parsial. Perencanaan pembangunan hingga tahun 2027 harus mampu menjawab tantangan transformasi ekonomi yang lebih tangguh,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan tertulisnya, Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.M., M.P., berpesan kepada para camat, kepala desa, dan lurah agar mengusulkan program berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar keinginan.

Ia menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat, sehingga setiap usulan yang dimasukkan dalam SIPD telah melalui kajian teknis yang matang dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Banggai, Pupung Diliyanto, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa usulan kecamatan yang dimasukkan dalam sistem telah diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah. Setiap usulan akan diverifikasi melalui survei lapangan dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran serta kondisi geografis wilayah Kabupaten Banggai.

Selain itu, Anggota DPRD Kabupaten Banggai, Sukri Djalumang, yang mewakili penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD, menyoroti masih banyaknya infrastruktur jalan di enam kecamatan yang membutuhkan perbaikan. Ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan ke depan.

BACA JUGA:  Polres Morut Bekuk Pelaku Curanmor di Area Industri PT GNI

Dalam Musrenbang Tahap II ini, sejumlah sektor strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan dan layanan kesehatan, perluasan jaringan internet, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan sektor pertanian dan perikanan sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Banggai.

Melalui Musrenbang ini, aspirasi dan masukan masyarakat diharapkan menjadi dasar utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Banggai juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga program pembangunan yang direncanakan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.**