Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Batui Mandek, Ini Penyebabnya

oleh
Penulis: Gufran Sabudu  |  Editor: Redaksi

OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai hingga kini belum kembali berjalan. Hal ini disebabkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada dapur MBG setempat masih menunggu kedatangan alat Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang telah dipesan sejak sekitar satu bulan lalu.

Akibatnya, proses penyaluran makanan bergizi gratis kepada seluruh peserta didik di Kecamatan Batui untuk sementara waktu masih dihentikan.

BACA JUGA:  Kerahkan Tiga Armada Kapal Ferry Kendaraan Pemudik Dilepas di Hari Kedelapan

Pengelola Dapur MBG Kecamatan Batui, Hj. Rahmawati Dg. Masselo, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini hanya menunggu kedatangan alat IPAL agar operasional dapur dapat kembali berjalan normal.

“Insya Allah alat IPAL itu akan tiba pada hari Jumat ini,” ujar Rahmawati, Senin malam (4/5/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan IPAL menjadi salah satu syarat penting dalam operasional dapur MBG, khususnya untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan sesuai standar kesehatan dan lingkungan.

Sementara itu, terhentinya program MBG selama hampir satu bulan terakhir mulai dikeluhkan oleh sejumlah orang tua murid. Mereka berharap program tersebut segera kembali berjalan, mengingat manfaatnya yang dirasakan langsung oleh para siswa.

“Hampir sebulan ini MBG tidak ada. Apalagi jam sekolah rata-rata selesai pada pukul 14.00,” ungkap Kariman, salah satu orang tua siswa.

Hal senada juga disampaikan Rosdianti. Ia berharap alat IPAL segera tiba dan dipasang agar penyaluran makanan bergizi gratis bisa kembali dilakukan.

BACA JUGA:  Wabup Banggai Mustar Pantau Bantuan APD Dari Kementrian Sosial

“Semoga alat IPAL cepat datang dan langsung dipasang, sehingga pelayanan MBG bisa kembali berjalan. Dengan begitu, uang jajan anak juga bisa dikurangi,” tuturnya.

Diketahui, program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi orang tua. Masyarakat pun berharap kendala teknis ini segera teratasi agar manfaat program dapat kembali dirasakan.(sal)