Polri untuk Masyarakat, Kapolda Sulteng Sampaikan Tujuh Pesan Penting di HUT Bhayangkara

oleh

OBORMOTINDOK.CO.ID. Palu Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara yang digelar secara khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah pada Selasa pagi (1/7/2025).

Upacara ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pengabdian Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta memperkuat komitmen dalam melayani masyarakat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolda Sulawesi Tengah, Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H, memimpin langsung jalannya upacara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes, Ketua TP PKK Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, dan tokoh organisasi wanita TNI/Polri.

BACA JUGA:  Per 1 Desember, Pemerintah Saudi Arabia Izinkan Warga dari Indonesia Masuk Tanpa Karantina 14 Hari

Dalam amanatnya, Kapolda Sulteng menyampaikan bahwa tema peringatan HUT Bhayangkara tahun ini adalah “Polri untuk Masyarakat”. Tema ini, menurutnya, bukan sekadar slogan, melainkan mencerminkan jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Polri harus bekerja dengan hati nurani, menjunjung tinggi integritas, dan mengutamakan kepentingan rakyat. Polri adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat,” tegasnya.

Kapolda juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dan profesionalisme Polri di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, termasuk dinamika sosial, politik, ekonomi, dan kemajuan teknologi informasi.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri yang telah berperan menjaga stabilitas keamanan, khususnya dalam pengamanan agenda nasional, penanggulangan konflik sosial, pemberantasan narkoba, hingga penanganan bencana alam.

“Tantangan ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, kepercayaan publik harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.

Kapolda juga mengungkapkan capaian penting Polri selama tahun 2024 dan 2025, termasuk keberhasilan dalam pengungkapan berbagai kejahatan konvensional, transnasional seperti narkoba dan perdagangan orang, serta kejahatan terhadap kekayaan negara seperti illegal logging dan illegal fishing.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulteng menyampaikan tujuh poin penting yang harus menjadi pedoman bagi seluruh personel di jajaran Polda Sulteng, yaitu, Mengamalkan nilai-nilai luhur Tri Brata dan Catur Prasetya, Melanjutkan reformasi internal secara berkelanjutan, Memperkuat sinergi TNI-Polri, Menerapkan pendekatan humanis dalam pelayanan, Menguasai perkembangan teknologi informasi, Menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas, dan Melaksanakan tugas berdasarkan prinsip Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan).

BACA JUGA:  Sukri Djalumang Desak Dinkes Tangani 54.000 BPJS Non Aktif

“Jadikan kepercayaan masyarakat sebagai tanggung jawab moral. Laksanakan tugas dengan penuh ketulusan dan dedikasi,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Kapolda menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam memenuhi harapan masyarakat. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan demi pelayanan yang lebih baik.

“Saya mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar jajaran Polda Sulawesi Tengah dapat semakin profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.**