Puskemas Matanga Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut 

oleh

OBORMATINDOK.CO.ID. BALUT- Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Kesehatan gigi juga merupakan salah satu komponen kesehatan secara menyeluruh dan tidak dapat diabaikan terutama pada tingkat Sekolah Dasar.

Penyakit gigi dan mulut sangat mempengaruhi derajat kesehatan, proses tumbuh kembang bahkan masa depan anak. Anak-anak rawan kekurangan gizi karena rasa sakit pada gigi dan mulut menurunkan serela makan mereka.

Kemampuan belajar anak pun akan menurun sehingga berpengaruh pada prestasi belajar.
Tingginya angka karies gigi dan rendahnya tingkat kebersihan gigi dan mulut sering dijumpai pada anak usia sekolah dasar.

Prevalensi karies gigi di Indonesia adalah 46,5% dengan penjabaran prevalensi karies untuk kelompok usia 12 tahun sebesar 36,1% dengan DMF-T 0,91, kelompok usia 35-44 tahun prevalensi karies gigi mencapai 80,5 % dengan DMF-T 4,46 sedangkan usia diatas 65 tahun dengan prevalensi karies sebesar 94,4% dengan DMF-T 18,33.

BACA JUGA:  PT Kurnia Akui Tak Ada Plasma di Km.5, Komisi I DPRD Banggai Kunker Tinjau Kasus Plasma Sawit

Data tersebut menunjukkan bahwa prevalensi karies cenderung meningkat seiiring dengan bertambahnya umur yang berarti adanya kecenderungan penurunan status kesehatan gigi dengan meningkatnya umur. Maka perlu dilakukan tindakan pencegahan dan perawatan di usia dini.

Melihat tingginya tingkat karies gigi di Indonesia dan rendahnya status kebersihan gigi dan mulut maka Puskesmas Matanga lebih meningkatkan kinerja Program Kesehatan Gigi dan Mulut.

Sepanjang tahun 2019, drg. Christine Bahagia Birahim sebagai Penanggung Jawab Program Kesehatan Gigi dan Mulut, telah melakukan kegiatan UKGS (Upaya Kesehatan Gigi Sekolah) yang merupakan bagian integral dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Kegiatan UKGS ini dilakukan di 8 Sekolah Dasar wilayah Kecamatan Banggai Selatan.

Dimana kegiatan ini dilakukan secara berkesinambungan mulai dari kegiatan UKGS Tahap I / Paket Minimal UKS yakni berupa kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dan kegiatan Sikat gigi massal, serta kegiatan UKGS tahap II / paket Standar UKS yakni berupa Penjaringan Kesehatan Gigi dan Mulut siswa kelas I SD dan diikuti dengan kegiatan pencabutan gigi sulung yang sudah waktnya tanggal serta pengobatan darurat untuk menghilangkan rasa sakit.

Dan kedepannya sebagai penanggung jawab program telah merencanakan Kegiatan UKGS tahap III / Paket Optimal UKS yakni berupa pelayanan medic gigi dasar pada murid kelas I sampai dengan kelas VI (care on demand).

BACA JUGA:  Kades Tompotika Makmur Gunakan Baju Adat Saat Persentase Inovasi Desa

“Mengingat pentingnya kebersihan gigi dan mulut sejak usia dini, untuk itu pada tahun 2020 nantinya, Puskesmas Matanga akan melakukan kerja sama dengan pihak Sekolah Dasar Se-Kecamatan Banggai Selatan untuk melakukan inovasi kegiatan berupa Sekolah Binaan,” ungkap Christine beberapa hari lalu.

“Pada setiap bulan akan melakukan pemeriksaan, pengobatan dan perawatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,“ucap dokter gigi yang sudah 3 bertugas di puskesmas Matanga.

Kegiatan ini ternyata tidak lepas dari motivasi pimpinan puskesmas Matanga yang terus melakukan perubahan mindset pegawai puskesmas dalam hal pelayanan kesehatan untuk lebih optimal serta dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan kedepannya sehingga dapat bersaing dengan puskesmas yang ada di wilayah Indonesia. (MI)