OBORMOTINDOK.CO.ID. BANGGAI– Pemerintah Kabupaten Banggai menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 pada Senin (27/4/2025) di halaman Kantor Bupati Banggai. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Banggai, Drs. H. Furqanuddin Masulili, M.M., selaku inspektur upacara.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan semangat kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa kesatuan visi, kebijakan strategis, serta implementasi yang sinkron dan berkelanjutan di seluruh tingkatan pemerintahan menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas.
Ia juga menyoroti sejumlah program prioritas nasional yang terbagi dalam delapan klaster utama, meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan secara lebih terarah.
Selain itu, pemerintah turut mendorong sejumlah program strategis lainnya, seperti pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL), rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra, serta pembentukan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDKPM).
Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcome) terus didorong melalui digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efektif, dan responsif. Saat ini, Indonesia telah memiliki sekitar 305 Mal Pelayanan Publik (MPP), termasuk di Kabupaten Banggai.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas daerah sebagai kunci keberhasilan otonomi. Hal tersebut difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan kerja sama pendidikan, peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan dan penyusunan APBD berbasis kinerja, serta penguatan kelembagaan dan tata kelola melalui reformasi birokrasi dan transparansi.
Menurutnya, penguatan kapasitas daerah akan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan demikian, pemerintah diharapkan mampu menjadi lebih adaptif, responsif, dan tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Banggai untuk terus meningkatkan kinerja dan berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui pelaksanaan otonomi daerah yang efektif dan berkelanjutan.**





