OBORMOTINDOK.CO.ID. Palu– Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesih Tengah (Sulteng), mengikuti rapat terbatas bersama Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto beserta Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara Virtual. Bertempat diruang kerja Pj. Sekda Kantor Gubernur. Kamis, (1/9/2022)

Pada kesempatan itu, Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Biro Ekonomi Prov. Sulteng Syarif, SE., M.Si didampingi Manajer Bank Indonesia Fadli Akbar, Asisten Manajer Bank Fadhil Financia, Kasub Makro Biro Ekonomi Riska dan Staf Biro Ekonomi.

Melalui informasi Humas DKIPS Provinsi Sulteng yang diterima obormotindok.co.id. Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan, kombinasi berbagai ketidakpastian di tahun 2022, memberikan tekanan pada pemulihana ekonomi dunia dan meningkatkan kekhawatiran akan resiko resesi, IMF di bulan Juli 2022 memangkas proyeksi ekonomi global dari 3,6% menjadi 3,2% di tahun 2022, termasuk AS dan China. Outlook inflasi global direvisi keatas akibat kenaikan harga pangan dan energi serta ketidak sinambungan supply-demand.

Airlangga juga menjelaskan bahwa pada bulan Agustus, terjadi deflasi yang tercatat sebesar 0,21% dan 4,96% terutama didorong oleh penurunan harga bawang merah, cabai merah, minyak goreng, daging ayam ras dan tarif angkutan udara.

Presiden RI memberikan 5 (lima) arahan  dalam Rakornas pengendalian inflasi tahun 2022 kepada TPIP dan TPID dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan untuk mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional, yaitu ; Pertama, memperkuat identifikasi sumber tekanan inflasi di daerah melalui pemanfaatan data makro, data mikro dan data detail.

Kedua, memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antar wilayah. Oleh karena itu, TPIP dan TPID perlu mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerjasama antar daerah dalam pengendalian inflasi.

Ketiga, menurunkan biaya transportasi dengan memanfaatkan fasilitasi distribusi perdagangan antar daerah dan termasuk menurunkan harga tiket pesawat dengan menambah jumlah pesawat.

Keempat, mengoptimalkan penggunaan anggaran belanja tidak terduga untuk mendukung upaya pengendalian inflasi daerah.

Kelima, mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Presiden RI menekankan pentingnya melakukan extra effort dalam pengendalian inflasi karena saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan berat baik dari Global maupun Domestik.” Tambah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Harga pangan bergerak bervariasi mengikuti harga pangan nasional, pada Minggu ke-4 Agustus 2022 harga aneka bawang dan cabai mengalami penurunan. Namun, masih terdapat beberapa daerah yang mengalami peningkatan harga seperti cabai merah di Jambi, Sumut dan Sumbar ; cabai rawit di Maluku Utara, Sulteng, Sulsel dan Jambi.

Adapun langkah-langkah extra effort menjaga stabilisasi harga dengan 4K yaitu; keterjangkauan harga komoditas pangan, ketersediaan pasokan untuk komoditas pangan yang harganya bergejolak, kelancaran distribusi pasokan komoditas pangan dan komunikasi efektif.

Dengan demikian, Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian pengendalian inflasi, terutama secara khusus mengawal kebijakan pusat maupun intervensi kebijakan stabilisasi harga pangan.

Airlangga berharap seluruh Gubernur terus melakukan Koordinasi dengan badan pangan dan juga menjaga sinergitas para TPID, dengan gerakan pengendalian inflasi pangan.

Hadir pada kesempatan itu, Menteri Keuangan RI, Gubernur Bank Indonesia, Kepala Badan Pangan Nasional dan Gubernur se-Indonesia.(fn)

Phian