PUPR Banggai Lanjutkan Pembangunan RPH, Tahun Ini Fokus ke Rumah Potong Unggas

oleh
Penulis: mar  |  Editor: Redaksi
Rumah Potong Hewan untuk ruminansia (sapi dan kambing) yang dibangun tahun lalu. Tahun ini PUPR Banggai fokus membangun Rumah Potong Unggas. (Dok Obor)

OBORMOTINDOK.CO.ID. LUWUK—Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas PUPR kembali melanjutkan pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang berlokasi di kawasan Pasar Simpong Luwuk, Kecamatan Luwuk Selatan. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan fasilitas secara bertahap selama dua tahun anggaran.

Pada tahap sebelumnya, pembangunan difokuskan pada RPH untuk ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Sementara pada tahun 2026, pengerjaan akan dilanjutkan dengan pembangunan rumah potong khusus unggas. Kedua fasilitas ini dibangun di area eks Pasar Simpong yang terdampak kebakaran, tepatnya di tepi Sungai Jole.

BACA JUGA:  Eks Karyawan Proyek PLTMG Tuntut Pesangon dan Kompensasi

Pendanaan proyek berasal dari APBD Tahun 2025 dan APBD Tahun 2026.

Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP) Dinas PUPR Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST, MT, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai peruntukan. Tahap pertama difokuskan pada RPH ruminansia, sedangkan tahap kedua akan mengakomodasi kebutuhan pemotongan unggas.

Untuk tahun ini, pembangunan rumah potong unggas akan dilaksanakan bersebelahan dengan bangunan RPH ruminansia. Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp2,5 miliar, yang mencakup pekerjaan konstruksi, tahap akhir penyelesaian, hingga penataan lingkungan, termasuk finishing RPH ruminansia.

BACA JUGA:  Bupati Banggai Kerahkan Alat Berat Cegah Longsor di Pemakaman Koninis

Secara rinci, alokasi anggaran terdiri dari pembangunan Rumah Potong Hewan (unggas) sebesar Rp2.498.749.794 melalui mekanisme tender. Selain itu, disiapkan pula anggaran Rp185.000.000 untuk jasa konsultansi pengawasan yang akan diproses melalui metode seleksi.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan RPH sebelumnya sempat mendapat perhatian setelah terdampak angin kencang. Sebagai langkah penyesuaian, dilakukan perubahan pada desain, khususnya dengan mengurangi lebar overstek agar sirkulasi angin tidak terjebak di dalam bangunan, sehingga tekanan angin dari luar dapat diminimalkan.

BACA JUGA:  Wagub Sulteng Pimpin Persiapan CKG Serentak, Sasar Pelajar di 12 Kabupaten/Kota

Sebagai informasi, pembangunan tahap pertama RPH ruminansia pada tahun sebelumnya didukung anggaran sekitar Rp1.499.110.000. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Farid Indah Sejati, perusahaan konstruksi lokal yang beralamat di Jalan KH Agus Salim, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. (hr)