OBORMOTINDOK.CO.ID. LUWUK— Dinas PUPR Banggai mulai menjalankan tahapan lelang untuk proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk. Hingga akhir April ini, proses yang telah berjalan masih pada tahap jasa konsultansi, sementara pekerjaan fisik masih dalam tahap persiapan. Hal tersebut terlihat pada laman resmi SPSE Banggai, di mana paket Jasa Konsultansi Pengawasan Pengembangan RSUD Luwuk (Multi Years) dengan metode seleksi prakualifikasi dua file kualitas telah diumumkan dengan nilai anggaran sekitar Rp9,5 miliar.
Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP) Dinas PUPR Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST, MT, membenarkan bahwa proses lelang baru mencakup jasa konsultansi. “Baru (proyek) konsultan yang dilelang, fisik belum,” kata Jati Arsana, Selasa, 21 April 2026.
Pembangunan RSUD Luwuk menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Banggai dengan total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp342 miliar. Untuk tahun 2026, dialokasikan dana fisik sekitar Rp111,5 miliar atau kurang lebih 32 persen dari total kebutuhan keseluruhan.
Pelaksanaan pembangunan direncanakan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama difokuskan pada pekerjaan fisik utama dengan dukungan anggaran sekitar Rp114 miliar, termasuk biaya pengelolaan kegiatan.
Selanjutnya, tahap kedua diproyeksikan membutuhkan anggaran sekitar Rp182,7 miliar, dan tahap ketiga sekitar Rp45,4 miliar.
Terkait perencanaan teknis, Jati Arsana menyebut desain dasar bangunan tidak mengalami perubahan signifikan. Meski demikian, terdapat beberapa penyesuaian yang muncul pada seminar akhir yang digelar tahun lalu, yang selanjutnya akan dikonsultasikan ke Kementerian Kesehatan untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. (hr)





